Oleh : Muhammad Sahabir Siagian
Ba’da Subuh- Dengkil
Genap 2 bulan saya tinggal bersama kawan-kawan di hentian kajang. Alias 14/1A, Hentian 3. Suasana yang selama ini ku rasakan sangat ceria dan penuh romantis dalam persahabatan. Sekedar info saja,, //heee// ,,teman satu rumah ku itu solihan, putra, dedi, arham, bg rani ‘alaina interlokal dan beberapa teman yang sibuk bekerja.
Hari-hari yang ku jalani membuat ku terinspirasi untuk meluahkan rasa yang ku alami. Mendorongku untuk menuliskannya. Rasa Bahagia, sedih, senang, susah, benci barangkali memotivasi ku untuk lebih baik lagi. Karena aku sadar, banyak sekali kekurangan yang harus aku perbaiki. Di antara hal-hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa aku simpulkan. Dan barang kali bisa kita perbaiki bersama.
1. Mengenali Diri dan Sasaran hidup >>>>>>
Setiap manusia pasti mempunyai impian. Karena dengan impian itulah nantinya dia akan bahagia. Akan tetapi semua itu tidak akan di capai tanpa mengetahui siapa sebenarnya dirinya. Mengenali diri adalah sangat mudah sebenarnya. Akan tetapi agak susah sedikit untuk merealisasikan di kehidupan sehari-hari.
Di dalam Islam, manusia di kenali sebagai salah satu makhluq dari beberapa makhluq Allah. Yaitu Malaikat, Binatang, Syetan, dan banyak lagi makhluq lain, akan tetapi yang paling mulia adalah Manusia. Sebab di berikan akal pikiran kepada mereka untuk mengimbangi antara perintah Allah dan Larangan-Nya.
Yang ingin saya tekan kan disini adalah, kita mengenali diri kita sendiri, dengan cara siapa kita dan kemana tujuan kita? Maka jawaban yang sebenar nya adalah kita makhluq Allah yang wajib menuruti segala hak-hak-Nya dan pada akhirnya juga kita akan kembali kepada-Nya, yaitu hari Akhirat yang kekal selama-lamanya.
2. Mengubah sikap buruk dan mempertahankan yang Baik >>>>>>
Setelah kita mengenali dan mengetahui diri dan tujuan kita, maka saya ingin bertanya kepada kawan-kawan sekalian, “Apakah kawan2 sudah sukses,,,?? Apakah kawan2 sudah beriman kepada-Nya??” Pasti jawapannya BELUM. Sebab kata2 sukses adalah gelar bagi orang yang bahagia hidup nya di dunia dan akhirat. Sedangkan orang yang beriman adalah bukan hanya mempercayai Allah, akan tetapi mengikuti segala suruhan-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Kawan2 sekalian,, dalam kehidupan kita, banyak sekali hal-hal yang tanpa kita sadari ternyata di luar jalur-Nya Allah SWT. Senda gurau yang selama ini kita lalui, hidup pas-pasan yang kita rasakan, terkadang makan dan terkadang juga tidak, itu semua kita lalui tanpa memiliki sifat yang di ridhoi –Nya. Seperti ucapan-ucapan yang secara bahasa di larang untuk di ucapkan. Cara berpakaian kita yang terasa bangga memakainya, akan tetapi di larang Allah. Sopan santun kita ketika berbicara kepada sesama kita terkadang buat orang lain sakit hati. Dan banyak lagi yang tidak kita sadari. Semuanya itu kita lakukan, dengan tekad mengubahnya dan menggantikannya dengan kebaikan. Terutama dalam diri kita sendiri.
3. Memberi contoh kepada yang lain >>>>>
Memang kita bukan siapa-siapa, yang tak layak untuk di contoh dari kebaikan kita, malah keburukan kita yang terkadang di contoh oleh orang lain. Akan tetapi, paling tidak ada sesuatu yang bisa kita berikan kepada orang lain, yang kita salurkan dan kita sumbangkan kepada orang lain. Dan tentunya itu semua hal-hal yang baik.
Ketika berbicara, rasa persahabatan, rasa seperjuangan, kehidupan pas-pasan yang tanpa mengharapkan apapun dari orang tua, sehingga semua kita bisa mandiri di segala hal. Rasa kepedulian kepada sesama kawan yang lain.
Ya Allah,,!!! Apakah masih ada harapan untuk kami semua, memiliki sifat2 mulianya para Nabi dan Sahabat-sahabatnya,,,?? Ampunilah dosa kami ya Allah,,,,,
Saya teringat ucapan Hasan al-Banna terhadap sifatnya : “Di antara ucapan dan sifat ku selama ini, maka yang paling banyak mengikuti nya adalah sifat dan sikap ku kepada orang lain” maksudnya adalah, beliau ceramah kemana, Cuma sedikit yang mengikuti nya. Akan tetapi apa yang ia lakukan sehari-hari, malah itu yang membuat orang lain untuk mencontoh nya.
Sahabat sejatiku,,,,!!!
Dari beberapa hal di atas, saya mencoba untuk menyimpulkan bahwa kita semua tak ubah nya seperti badan manusia. Apabila mata menangis, maka tangan yang mengelap air mata, seperti anggota badan yang lain jika sakit, maka tangan yang menanggapinya. Begitu juga kita, jika kawan kita lupa solat, maka kita yang mengingatkan nya, jika teman kita kekurangan, sedaya upaya kita untuk membantu nya, jika teman kita memerlukan sesuatu dari kita, maka kita berikan jika masih dalam kemampuan kita.
Kawan ku,, jika ini semua kita lakukan, saya yakin kita akan mencapai ketingkat kesuksesan di dunia dan akhirat. Sebagaimana para sahabat Nabi, Ashabul Kahfi, dan banyak lagi contoh-contoh sahabat yang bisa kita ikuti.
Semoga bermanfaat buat kita semua, terutama saya sendiri. Amin,,, ya Rabb,,,