Saturday, May 29, 2010

Renungan >>>> : Seorang Ibu, mengutip kaleng2


Oleh : Muhammad Sahabir Siagian

Jam 4 pagi.

Sakit rasanya hati ini, ketika melihat seorang ibu yang masih muda, barangkali masih punya 3 orang anak saja, yang mengutip brang2 bekas minuman2 kaleng di tengah malam, sekitar pukul 3.30. Kebetulan hari ini main futsal sampai 2 jam. Sehabis minum di sebuah restoran mini dekat dengan rumah ku.

Jujur, baru kali ini aku melihat orang yang mengutip barang2 bekas itu di luar negeri, apalagi di Negara Malaysia ini. Aku yakin sekali, kalau lihat tampang nya pasti orang Indonesia. Rasanya dia bukan tidak bekerja, akan tetapi ingin mencari tambahan dari gaji pokoknya setiap hari.

Aku segan menegurnya, akan tetapi hati ku terasa di iris2 dan ingin sekali menangis ketika melihatnya. Bayangkan, malam hari, pada saat semua orang tidur dengan nyenyak nya, ketepatan pula hujan gerimis rintik2 menghiasi malam tadi. Ia sengaja mengambil waktu yang seperti itu, hanya untuk menginginkan pendapatan lebih. Barangkali, keluarganya sangat memerlukannya, atau juga salah satu dari keluarga nya di landa sakit. Sehingga, ia tidak mengenal waktu lagi. Ya Allah,,,,, semoga Engkau memberikan keberkahan pada rezekinya.

Pada saat yang sama, aku langsung tersentak dan teringat kepada ibu ku yang di kampung halaman. Apakah nasib nya ibu tadi sama dengan nasib Ibuku?? Yang mencari dan mencari rezekii tanpa mengenal waktu dan lelah?? Hanya untuk membahagiakan anak2nya?? Ya Allah,,, jadikanlah diriku ini sebagai orang yang pandai bersyukur,,,

Saudara ku,,!!! Coba kita hayati, seorang ibu yang bertungkus lumus melahirkan kita, kemudian mendidik kita, mengajari kita mana yang baik dan mana yang buruk, dan juga menyekolahkan kita agar kita bisa lebih baik dari nya, dah bahkan lebih baik dari orang lain. Semua itu di lakukannya, tanpa imbalan jasa apapun dari kita. Melainkan kita kelak ingat kepadanya, sewaktu ia pergi meninggalkan kita. Mari sama-sama kita mengingat Ibu kita yang berada di kampung halaman, sekaligus mendo’akannya.

Saya sangat terinspirasi ketika menyaksikan seorang ibu tadi. Sehingga membuat saya ingin mencoret2 buku saya ini. Saya berharap, Semoga renungan singkat ini bisa kita jadikan pedoman dan memecahkan hati kita yang telah lama membeku. Terutama diri saya sendiri. Amin,,,,

Friday, May 21, 2010

Engkaulah Sahabat Sejati ku,,, Bantu Aku untuk selalu di Jalan-Nya


Oleh : Muhammad Sahabir Siagian

Ba’da Subuh- Dengkil

Genap 2 bulan saya tinggal bersama kawan-kawan di hentian kajang. Alias 14/1A, Hentian 3. Suasana yang selama ini ku rasakan sangat ceria dan penuh romantis dalam persahabatan. Sekedar info saja,, //heee// ,,teman satu rumah ku itu solihan, putra, dedi, arham, bg rani ‘alaina interlokal dan beberapa teman yang sibuk bekerja.

Hari-hari yang ku jalani membuat ku terinspirasi untuk meluahkan rasa yang ku alami. Mendorongku untuk menuliskannya. Rasa Bahagia, sedih, senang, susah, benci barangkali memotivasi ku untuk lebih baik lagi. Karena aku sadar, banyak sekali kekurangan yang harus aku perbaiki. Di antara hal-hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa aku simpulkan. Dan barang kali bisa kita perbaiki bersama.

1. Mengenali Diri dan Sasaran hidup >>>>>>

Setiap manusia pasti mempunyai impian. Karena dengan impian itulah nantinya dia akan bahagia. Akan tetapi semua itu tidak akan di capai tanpa mengetahui siapa sebenarnya dirinya. Mengenali diri adalah sangat mudah sebenarnya. Akan tetapi agak susah sedikit untuk merealisasikan di kehidupan sehari-hari.

Di dalam Islam, manusia di kenali sebagai salah satu makhluq dari beberapa makhluq Allah. Yaitu Malaikat, Binatang, Syetan, dan banyak lagi makhluq lain, akan tetapi yang paling mulia adalah Manusia. Sebab di berikan akal pikiran kepada mereka untuk mengimbangi antara perintah Allah dan Larangan-Nya.

Yang ingin saya tekan kan disini adalah, kita mengenali diri kita sendiri, dengan cara siapa kita dan kemana tujuan kita? Maka jawaban yang sebenar nya adalah kita makhluq Allah yang wajib menuruti segala hak-hak-Nya dan pada akhirnya juga kita akan kembali kepada-Nya, yaitu hari Akhirat yang kekal selama-lamanya.

2. Mengubah sikap buruk dan mempertahankan yang Baik >>>>>>

Setelah kita mengenali dan mengetahui diri dan tujuan kita, maka saya ingin bertanya kepada kawan-kawan sekalian, “Apakah kawan2 sudah sukses,,,?? Apakah kawan2 sudah beriman kepada-Nya??” Pasti jawapannya BELUM. Sebab kata2 sukses adalah gelar bagi orang yang bahagia hidup nya di dunia dan akhirat. Sedangkan orang yang beriman adalah bukan hanya mempercayai Allah, akan tetapi mengikuti segala suruhan-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Kawan2 sekalian,, dalam kehidupan kita, banyak sekali hal-hal yang tanpa kita sadari ternyata di luar jalur-Nya Allah SWT. Senda gurau yang selama ini kita lalui, hidup pas-pasan yang kita rasakan, terkadang makan dan terkadang juga tidak, itu semua kita lalui tanpa memiliki sifat yang di ridhoi –Nya. Seperti ucapan-ucapan yang secara bahasa di larang untuk di ucapkan. Cara berpakaian kita yang terasa bangga memakainya, akan tetapi di larang Allah. Sopan santun kita ketika berbicara kepada sesama kita terkadang buat orang lain sakit hati. Dan banyak lagi yang tidak kita sadari. Semuanya itu kita lakukan, dengan tekad mengubahnya dan menggantikannya dengan kebaikan. Terutama dalam diri kita sendiri.

3. Memberi contoh kepada yang lain >>>>>

Memang kita bukan siapa-siapa, yang tak layak untuk di contoh dari kebaikan kita, malah keburukan kita yang terkadang di contoh oleh orang lain. Akan tetapi, paling tidak ada sesuatu yang bisa kita berikan kepada orang lain, yang kita salurkan dan kita sumbangkan kepada orang lain. Dan tentunya itu semua hal-hal yang baik.

Ketika berbicara, rasa persahabatan, rasa seperjuangan, kehidupan pas-pasan yang tanpa mengharapkan apapun dari orang tua, sehingga semua kita bisa mandiri di segala hal. Rasa kepedulian kepada sesama kawan yang lain.

Ya Allah,,!!! Apakah masih ada harapan untuk kami semua, memiliki sifat2 mulianya para Nabi dan Sahabat-sahabatnya,,,?? Ampunilah dosa kami ya Allah,,,,,

Saya teringat ucapan Hasan al-Banna terhadap sifatnya : “Di antara ucapan dan sifat ku selama ini, maka yang paling banyak mengikuti nya adalah sifat dan sikap ku kepada orang lain” maksudnya adalah, beliau ceramah kemana, Cuma sedikit yang mengikuti nya. Akan tetapi apa yang ia lakukan sehari-hari, malah itu yang membuat orang lain untuk mencontoh nya.

Sahabat sejatiku,,,,!!!

Dari beberapa hal di atas, saya mencoba untuk menyimpulkan bahwa kita semua tak ubah nya seperti badan manusia. Apabila mata menangis, maka tangan yang mengelap air mata, seperti anggota badan yang lain jika sakit, maka tangan yang menanggapinya. Begitu juga kita, jika kawan kita lupa solat, maka kita yang mengingatkan nya, jika teman kita kekurangan, sedaya upaya kita untuk membantu nya, jika teman kita memerlukan sesuatu dari kita, maka kita berikan jika masih dalam kemampuan kita.

Kawan ku,, jika ini semua kita lakukan, saya yakin kita akan mencapai ketingkat kesuksesan di dunia dan akhirat. Sebagaimana para sahabat Nabi, Ashabul Kahfi, dan banyak lagi contoh-contoh sahabat yang bisa kita ikuti.

Semoga bermanfaat buat kita semua, terutama saya sendiri. Amin,,, ya Rabb,,,

Tuesday, May 11, 2010

Pelatihan Website terakhir


salam,,,

info IPAMSU (Ikaatan Pelajar Alumni Mahasiswa Sumatra Utara) di Malaysia :

Pelatihan Website yg ketiga (Terakhir) pada minggu, 16 Mei, di PTSL UKM. Sertifikat disediakan dan administrasinya RM 5. bagi yg mau ikut mohon konfirmasi dari kawan2. dan hubungi/sms ke +60126465180. paling lambat hari jum'at. karena peserta terbatas.

semoga kawan2 bisa mengikuti nya, untuk melahirkan putra daerah sumut yang mahir di bidang pengembangan Ilmu Teknologi (IT).

salam sukses,,, :)