Tuesday, March 30, 2010

Potongan dari Leadership di Melaka 2010




Jika mereka 1000 orang, maka akulah 1 diantaranya.
Jika mereka 100 orang, maka akulah 1 di antaranya.
Jika mereka 1o orang, maka akulah 1 diantaranya.
Maka jika ada hanya 1 orang, maka akulah yang satu itu.


Jangan pernah menyalahkan seseorang.
Jika anda menunjuk seseorang dengan 1 Jari anda, maka 4 Jari yang lain mengarah kepada diri anda sendiri. Dengan artian, anda harus lebih memandang kesalahan dari diri anda, karena banyak kesalahan sebenarnya yang anda miliki. dan ingat, semua masalah yang anda miliki itu, adalah peluang KESUKSESAN pada diri anda sendiri. Dengan syarat, menghadapainya dengan profesional dan menjadikannya sebagai Evaluasi.....

Monday, March 29, 2010

Leadership Gathering Camp - PPI-Malaysia di Melaka 2010



Melaka, Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia bekerja sama PPI cabang MMU telah mengadakan Leadership Gathering Camp pada tanggal 26 – 28 maret 2010. Kali ini LGC 2010 diadakan di salah satu wilayah selatan Malaysia, yaitu Melaka. LGC ini merupakan suatu wadah pelatihan pengurus PPI Cabang se-Malaysia dalam pembangunan skill kepemimpinan. .

Saudara Gusti Reza sebagai ketua pelaksana mengatakan,tujuan dari pelatihan ini adalah untuk :

· Mencetak pemuda-pemuda yang siap menjadi pemimpin masa depan Bangsa.

· Meningkatkan kualitas dan kapasitas personal serta organisasi seluruh anggota PPI di seluruh cabang yang ada di Malaysia;

· Menciptakan insan-insan organisatoris yang progresif, responsif, dan inovatif; serta

  • Meningkatkan hubungan silaturahim antara pemuda dan pelajar yang terkoordinasikan dibwah PPI-PPI seluruh cabang di Malaysia

Dalam acara ini, telah hadir 120 orang mahasiswa perwakilan dari 16 cabang PPI Malaysia dari UUM Kedah sampai PPI cabang UteM Melaka. Aktifitas Leadership Gathering Camp ini dibagi atas 2 basis, yaitu Workshop kepemimpinan dan Outbond Activity.

Acara dibuka oleh Konsul Jenderal Johor Bahru dan perwakilan kementrian Melaka, Mr. Shadan Othman dari Bagian Pelajar dan Pekerja Antarbangsa, Jabatan ketua Menteri Melaka. Dalam sambutannya, Konsul jenderal, Bapak Jonas L Tobing mengharapkan acara ini digelar secara rutin demi mencetak pemuda bangsa yang berkualitas.

Selain itu, satu hal yang menarik adalah kedatangan Ketua Mentri Melaka, Datuk Seri Haji Mohd. Ali bin Mohd Rustam yang menyempatkan hadir di hari kedua setelah baru saja sampai di Melaka selepas berkunjung ke Eropa. Dalam ramah tamahnya yang didampingi oleh Atase Penerangan KBRI KL, bapak Widyarka Ryanata serta Pensosbud KJRI, Ibu Woro Sawitri, Datuk Ali senantiasa mengingatkan bahwa rakyat Indonesia dan Malaysia merupakan suatu keluarga besar. Adapun isu-isu yang pernah berkembang, yang sempat menimbulkan ketegangan antar kedua negara, merupakan hal yang wajar. Menurut beliau, dalam suatu keluarga besar, perselisihan antara antar adik kakak merupakan suatu yang sangat lumrah. Namun sebagai pelajar,diharapkan bisa menjadi penengah dan memberikan penjelasan kepada masyarakat di kedua Negara.

Ketua PPI Malaysia, Abdullah Abbas juga mengadakan dialog langsung dengan Ketua Menteri Melaka mengenai rencana PPI Malaysia untuk mengadakan Forum Persahabatan Pelajar Indonesia-Malaysia. Acara ini disambut baik Atase Penerangan bapak Widyarka Ryanata, dan juga Datuk Ali yang langsung mengatakan di depan mahasiswa Indonesia mengenai dukungan Negeri Melaka sebagai host forum persahabatan ini. Dalam penjelasannya, Abdullah Abbas mengatakan program ini rencananya akan dibuat untuk membahas isu-isu di bidang sosial, politik, pendidikan, dan ketengakerjaan.

Selain itu dalam acara ini dihadirkan juga 5 pembicara, antara laim :

1. Dr, Mohd. Azmi bin Mohd Shah, trainer dari kementrian melaka yang sebelumnya kuliah di IAN Medan. Membawakan tema ”How to be a leader”

2. Alwi Alatas, ketua Forum Lingkar Pena membawakan tema ”career coach dan karakter building ”

3. Bapak Widyarka Ryanata, atase penerangan KBRI KL membawakan tema ”keorganisasian dan aplikasi dalam bermasyarakat”

4. Mohd Ikbal, mantan ketua PPI Malaysia membawakan Tema ”Memotivasi Diri dengan Mimpi”

5. Dr. Andreas Raharso, CEO HayGroup Global membawakan tema ”Penjelajahan dan tantangan”

Dr. Andreas merupakan satu-satunya orang Asia yang menjadi CEO di perusahaan Global Singapore yang mempunya cabang di berbagai negara. Menurut beliau negara-negara yang kaya akan sumber daya alam, jutru terpuruk dikarenakan 3 hal :

a. Terlalu percaya dengan pengalaman kerja dan mengesampingkan research

b. Korupsi

c. Kecenderungan untuk selalu ”Instan” dalam semua aspek.

Dihari terakhir, para pelajar memberikan berbagai saran dan kritik mengenai program LGC ini. Mayoritas pelajar menginginkan agar program ini terus dilakasanakan di tahun-tahun kedepannya.


Friday, March 12, 2010

wah,,, Ternyata Bulan Pernah Terbelah,,,,


“Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)”.

Ceramah sholat jum'at kemarin.

ini sekelumit penggalan kisahnya..
Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab2 hadits yang terkenal lainnya,

Mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata mereka, “Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.”

Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?”

Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.”

Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama.

Atas peristiwa ini Allah (swt) menurunkan ayat Al Qur’an: ” Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.” (QS Al Qomar 54:1-2)

Telah Dekat Kiamat, Bulan Telah Terbelah Allah berfirman: “Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah.” (Q.S. Al-Qamar: 1)


Sungguh sebuah peristiwa yang semakin mempertebal iman kita sebagai muslim..
Masih ingat tentunya jika saudara-saudara sekalian pernah melihat video Harun Yahya, dimana kebenaran al-qur'an diungkap satu-persatu oleh Science modern..

Tapi benarkah bulan benar-benar terbelah ??atau cuma rekayasa science belaka??, sebagai muslim memang kita harus meyakini kebenaran ayat-ayat yang ada dalam al-quran, namun kita juga harus berhati-hati, jika ada seseorang atau sebuah ilmu yang mencoba membuktikan kebenaran al-qur'an, bukti validitas kebenarannya perlu diteliti lagi, agar jangan sampai Bukti tersebut ternyata Salah, dan malah Al-Quran dianggap bohong belaka !!

Tuesday, March 9, 2010

Perjalanan Menjadi Pelajaran




Menghormati tamu (al-dlaif) adalah kewajiban bagi seorang Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Karena hal ini telah disinyalir oleh baginda Rasulullah SAW, ''Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormatilah tamu-tamu kamu sekalian.'' (HR Muslim).

Orang yang bertamu adalah raja bagi penghuni rumah. Pelayanan dan keramahan seharusnya dilakukan oleh pihak penghuni rumah sebagaimana seorang pelayan toko melayani pembelinya.

Saya teringat pada tgl 28-29 Okt lalu, tepat pada 12-13 Zulhijjah 1430 H ada seorang teman yang mengajak saya untuk pergi ke sebuah perkampungan yang terdapat di Perak-Malaysia. Kebetulan beriringan dengan musimnya durian serta buah2an yang lain yang biasa di beli dan di sukai orang ramai.

Sebab pada hari itu hari raya aidil adha yang hanya seorang diri di perantauan dan di temani oleh beberapa sahabat belajar di Malaysia, saya pun ikut serta dalam perjalanan itu meskipun berangkat pada malam hari dengan bermodalkan 2 roda saja agar dapat menghibur hati ini.

Tepat pukul 11 malam, kami pun sampai di tempat dan di sambut oleh seorang kakek (org jawa,,tpi IC Malaysia) dan seorang pekerjanya dari medan (org jawa) dengan rasa senang hati. Kami tidak sempat bicara apa2, langsung di keluarkan 2 goni durian untuk kami santap pada malam itu saja serta beberapa buah2an lainnya.

Saya langsung terkejut, kenapa kakek itu mengeluarkan durian begitu banyak???? Setelah kami selesai memakannya (Alhmdllah habis smua,,hehehe),,, sudah terhidang nasi beserta laukpauknya yang sudah dingin. Mungkin di masak pada petang tadi. Kami pun langsung makan. Abis itu langsung berlayar ke pulau kapuk sebab keletihan berjuang menaiki roda dua.

Bangun pagi abis solat subuh, saya dan beberapa org teman (sebagian lagi terlena di pulau kapuk) langusng pergi ke pokok durian ingin mencari durian yang jatuh, ternyata hanya ada 6 durian saja. Setelah itu kami pun pulang ke rumah dan menyantap serapan yang telah di sediakan oleh nenek (istri kakek itu).

Setelah itu, kami di ajak oleh pak Nasution (sudah IC Malaysia, tpi berasal dari padang) untuk pergi ke rumahnya. Langsung tersedia beberapa potong lemang yang hangat dan beberapa kueh raya lainnya. Istri beliau tidak ketinggalan curhat kepada kami semua. Mulai dari anak2 indonesia yang sangat baik dan ramah serta pinter memasak ketika beliau pergi ke Jordan menjenguk anak nya yang sedang belajar di sana. Kemudian kelakuan anak2 Malaysia yang sombong2 dan manja2. Dan banyak lagi yang ia curhat kan kepada kami waktu itu.

Lain lagi cerita pak nasution, seorang maritime Malaysia pada tahun 70-an yang menimba ilmu ke Indonesia pada saat itu. Petuah-petuah beliau yang sangat besar dan padat dengan makna. Sehingga kami pamit dan berterimakasih banyak dengan segala layanannya.

Waktu sudah menunjukkan pkl 11.00 pagi. Kami pun bersiap2 untuk kembali ke rumah masing-masing dengan menempuh 3 jam perjalanan. Sebelum kami berlepas dari rumah kakek itu, kami di sarankan untuk memebawa buaaaaanyak buah2an yang ada di tempat itu. Mulai dari durian, rambutan, manggis, kelapa muda, limau nipis de el el deh pokoknya,,,,hehhe

Hingga akhirnya, kami pun mohon diri kepada keluarga kakek (tuan rumah) itu. Masing2 menyalam dan mencium tangan kakek itu serta mengucapkan permohonan maaf dan terimakasih banyak atas segalanya. Jawapan yang di berikan kakek itu hanya satu “tidak mengape nak, saye senang kamu dapat datang ke gubuk saye, banyak rahmat oiiiiiiiiiiii,,,,” ujar kakek itu.



Dari perjalanan di atas, saya dapat menyimpulkan serta merasa kagum dengan sikap beberapa objek di atas yang mampu menerima tetamu nya dengan penuh rasa senang hati dan ikhlas. Tidak ada rasa dengki dan merasa di beratkan atas kedatangan kami yang masih lajang (1 org TAN SRI, TANPA ISTRI “pak le’..haha”) ini.

Sesuai pada Zaman Nabi dulu yang mana Baginda memperebutkan seorang tamunya yang ketika itu Rasul sedang kesulitan ingin mempromosikan tamunya untuk di layani kepada sahabatnya. (Baca disni http://krudungparis.multiply.com/journal/item/66 )

Semoga kita semua dapat melakukan seperti yang di lakukan kakek di atas bahkan seperti yg di lakukan Rasulullah SAW.

Amin Ya Rabb,,,,,,(pkl 12.45 malam di kasur empuk, 2 Des 09)

Menjadikan Hidup Lebih Manis Dari Gula

Kehidupan adalah satu anugrah daripada Allah SWT yang juga di karuniakan kepada beberapa makhluk lainnya selain manusia. Oleh sebab itu, kita sebagai makhluk yang paling sempurna ini sudah sepatutnya mensyukuri atas segala apa yang telah di karuniakan kepada kita. Mulai daripada melaksanakan segala yang di perintahkan-Nya hinggalah menjauhi segala apa yang di larang-Nya. Selain daripada itu, menjaga kesehatan juga termasuk salah satu cara bersyukur kepada-Nya. Sebab tanpa hidup sehat bagaimana seorang hamba melakukan kewajibannya kepada Tuhannya sebagai seorang hamba yaitu DAKWAH.

Terkait dengan kesehatan, saya teringat kepada kes-kes yang selalu berlaku pada saat sekarang ini. Terutama di kalangan para lanjut usia. Yaitu penyakit yang tak asing lagi di dengar penyakit GULA atau boleh juga di katakan KENCING MANIS.

Sesuai penelitian Kementrian Kesehatan Malaysia, yang terkena penyakit Gula pada tahun 2009 kemarin berjumlah 1 juta jiwa. Dan di jangkakan pada tahun 2012 nanti, penyakit akan meningkat menjadi 5 juta jiwa. (khusus di Malaysia saja)

Menurut penelitian dokter juga, yang pertama sekali penyebab penyakit itu adalah terlalu banyak mengadopsi yang manis-manis terutama gula. Dan sebab yang lain adalah memakan makanan yang terlalu banyak lemaknya, kurangnya berolah raga dan banyak lagi sebabnya yang tidak saya huraikan pada kesempatan ini.

Bila seseorang sudah terkena penyakit gula, maka penyakit lain pula akan mudah datang dan menyerap kedalam tubuh manusia. Seperti, buah pinggang, asma, rematik dan sebagainya.

Ikhwati fillah,,,,,,
Coba sama-sama kita renungkan, jika kita sakit, apa yang dapat kita lakukan? semua urusan dan aktivitas kita sehari-hari akan terhambat. Terlebih-lebih lagi dakwah kita……………

Ada beberapa point penting yang harus sama-sama kita perhatikan dan kita hindari :

1.Gula dapat menjadi Racun.

Selain menambah rasa kesedapan pada naluri kita, gula juga dapat menjadi racun yang dapat membunuh diri manusia jika di adopsi terlalu banyak. Memang tidak bisa di nafikan, gula adalah satu kebutuhan hidup yang paling di perlukan oleh manusia. Tapi setidaknya kita dapat menjaganya sehingga terhindar dari penyakit-penyakit yang tidak kita inginkan.

2.Menghindari sifat mubazir dari mengadopsi gula.

Terkadang, kita tidak sadar bahwa masih banyak saudara kita yang tidak menikmati apa yang sedang kita rasakan sekarang ini. Sehingga sifat syaitan itu kembali dan datang kembali kepada kita. Yaitu sifat mubazir sesuai yang ada di dalam al-Qur’an surah al-Isro’ ayat 26 yaitu:

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”

3.Lebih baik mencegah dari mengobati

Manusia, tidak akan pernah berubah tanpa ia rasakan apa yang di timpakan kepadanya. Maka hal ini sama seperti kaum Bani Israil (Kaum GINGGING) berubah setelah di perberat dari soalan-soalan mereka sendiri.

Cukuplah kita belajar dari sejarah. Dan belajar dari apa yang telah kita saksikan.

Ikhwati fillah,,,,,,,,
Saya bukan orang yang pandai. Begitu juga bukan bijak. Tapi selaku saudara seagama kita harus saling mengingatkan satu sama lain.

Jagalah kesehatan, mulai dari diri kita sendiri, dan mulai dari sekarang. Bukan setelah sakit. Di masa-masa muda sekarang inilah, kita harus lebih prihatin terhadap kesehatan kita. Jangan sampai tua dulu baru sadar. Sakit dulu baru berobat.

Jangan sampai harta yang selama ini kita cari, habis hanya untuk perubatan diri kita sendiri,,, sebab masih banyak lagi keperluan masa depan kita,,, keluarga kita,,, anak2 kita,, bahkan org tua kita yg kelak akan menjadi tanggungan kita jika mereka sudah tua,,,,