Malam barokah ialah malam jum'at yang kami berikan julukan ketika kami ingin mengenal lebih dekat lagi. Malam tadi adalah malam yang ke-3 bagi kami setelah menentukan kapan waktunya kami saling mengenal satu sama lain. Karena kami sadar, komunikasi itu sangat penting dalam sebuah hubungan. Tak semestinya hubungan itu dengan lawan jenis atau sesama pasangannya bahkan sebuah keluarga besar sekalipun, dan sebuah organisasi pun harus memiliki suasana komunikasi yang baik dengan anggotanya.
Beberapa menit kami sudah memulai ngobrol. 5 menit kemudian kami sama-sama terdiam tak tau mau nanya apa dan cerita apa. Aku menunggu nya dan dia juga menunggu ku untuk menanyakan sesuatu. Akhirnya kami sama-sama menuggu malam itu. Sampai lah 5 menit terdengar suara sms di hp ku dari nya, her said "sudah lah, mungkin akh lagi sibuk ya. tak di balas2 chat ana" . .. dia pun off. Eh,,, ternyata hal yang sama juga yang aku rasakan. Aku mengira dia juga lagi sibuk sehingga tak sempat balas chatingan ku. Akhirnya sama-sama kami sadari kalau itu faktor dari jaringan yang kurang bersahabat dengan kami.
Tetapi kembali normal setelah ia restart YM (yahoo messenger) nya. Tapi setelah itu kami diam, tak tau mau ngomong apa. Malam ini aku di kejutkan oleh sebuah pertanyaan yang pernah aku janjikan untuk diri ku sendiri setelah tamat dari ponpes (pondok pesantren). Yaitu "Akh, ana mau nanya boleh, pernah ga' akh khatam baca Qur'an dengan Artinya ? dan pernah ga' akh khatam baca Qur'an dalam sebulan ?". ya Robb . . .
Langsung rasanya hati ku tersentak dan tak tau mau jawab apa selain BELUM PERNAH. Karena hal ini pernah aku janjikan ketika aku tamat dari ponpes dulu, berhubung hafalan Qur'an ku ada, jadi menurut guru ku harus bisa mengkhatamkan Qur'an dalam sebulan sekali. Meskipun Guru ku itu bisa khatam dalam 3 hari sekali. Allahu yarham.
Aku merasa malu dan iri dengan pertanyaannya itu, akan tetapi itu lah yang aku harapkan selama ini. Yang bisa mengingatkan dan menegur ku jika aku lupa.
Tilawah Qur'an bisa khatam dalam satu bulan adalah satu impian ku waktu itu. Karena aku berfikir, hafalan Qur'an jika tidak di ulang, maka ia akan lupa dan memang itu lah hakikatnya. Maka aku berjanji minimal aku bisa meng-Khatamkan Qur'an dalam sebulan. Akan tetapi, apa yang terjadi adalah aku di buai oleh keduniawi-an yang memberikan kesibukan tanpa arah. Banyak yang di kerjakan tapi tak tau faedah nya. Padahal, MR ku bilang, apapun yang kita lakukan pastikan ia bernilai di sisi-Nya sehingga bisa kita rasakan di akhirat nanti.
Ya Robb . . aku tidak ingin diri ini di sibukkan dengan dunia-Mu belaka. Maka sibukkan lah aku dengan misi akhirat-Mu. Aku sadar bahwa tanpa hidayah-Mu aku tak bisa berbuat apa-apa. Cukup indah bagi ku, apa yang Engkau perlihatkan di dunia, akan tetapi keindahan itu tak kalah dengan apa yang Engkau persiapkan di akhirat nanti.
Ingin rasanya mencoret-coret Blog ku yang tak bernilai ini, dengan harapan bisa merubah kehidupan ku selama ini kepada yang lebih baik. Hanya satu harapan dalam hidup ku, yaitu : "Mengharap Ridho-Nya dengan apa saja yang ku lakukan".
Pukul 09.15 Pagi
Hentian Kajang, Selangor.
jangan khatam kerna wanita (@ sahabat) tetapi kerna Allah.....Ynag penting faham isinya bukan bekejar2 untuk menghabiskannya
ReplyDeleteAgree with @Puan Saleha Idris.
ReplyDeleteSaya juga berharap dapat belajar lagi, memahami dan mengaplikasikan dalam keseharian. :)