Saturday, August 6, 2011
Perjalanan dan Pengalaman ku bersama kawan-kawan di Malaysia
Thursday, May 19, 2011
Tour to Bukit Tinggi Slideshow
Manusia bukan Malaikat dan Bukan juga syetan.
Aku tak pasti dimana kesalahan ku dalam penyakit malas ini. Tapi yang ku tau bahwa kebiasaan malas itu datang dari diri kita sendiri yang di rayu oleh syetan laknatullah 'alaih. Kadangkala ketika tiba waktu nya ingin berubah, datang lah syetan merayu agar niat yang baik itu kita batal kan. Kita sudah mendengar suara azan dan memang sudah bangun pada waktu pagi, tapi ko' malah terlena dengan rayuan syetan.
Hal ini lah yang kurasakan belakangan ini yang membuat ku selalu menyesal ketika usai sadar. Dan hal ini bukan hanya ketika solat saja, akan tetapi dalm aspek lain yang barangkali menurut ku sama. Dengan sengaja melambat-lambatkannya sehingga lupa.
Manusia memang bukan malaikat yang imannya selalu yazid (bertambah). Dan manusia juga bukan seperti syetan yang terus menerus imannya yanqus (menurun). Akan tetapi manusia itu adalah mempunyai iman yang bersifat yazid wa yanqus (bertambah dan menurun/berkurang). Dengan arti kata terkadang imannya bertambah, dan terkadang pula imannya berkurang/menurun.
Dalam hal ini, saya bukan bermaksud ingin mengatakan bahwa hal-hal yang di perintah kan Allah itu boleh di tinggal kan, karena sifat manusia sudah di takdir kan seperti itu. Jelas BUKAN. Akan tetapi itu lah manusia yang perlu mengubah sedaya upaya yang ia miliki. Nabi Adam as sendiri pernah terlena dengan rayuan syetan yang terkutuk ketika masih berada di dalam sorga bersama kekasih nya hawa yang memakan buah khuldi setelah di peringatkan oleh Allah tidak boleh dimakan. Akhirnya kemurkaan Allah menyebabkan mereka di turunkan kebumi.
Saya teringat salah seorang mantan pendidik (Murobbi) ku mengatakan :"SOLAT ITU HARUS DI PAKSA". Dalam kata-kata tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua perkara-perkara yang diperintahkan oleh Allah kepada kita wajib diberi tekanan kepada diri sendiri bahawa hal tersebut harus di lakukan meskipun secara paksa. Karena hal yang demikian dapat mengalahkan niat jahat syetan yang selalu merayu orang-orang yang berniat baik.
Selain daripada itu, satu hal lagi yang selalu kita jadi malas untuk melakukannya adalah selalu melambat-lambatkannya. Hal ini bukan hanya dalam bab-bab beribadah, akan tetapi menyeluruh seperti pekerjaan. Jika kita sengaja untuk menunda-nundanya maka hal tersebut akan di lupakan melalui rayuan syetan sehingga datanglah rasa malas untuk mengerjakannya. Terutama perkara-perkara yang berbentuk ibadah, paling di sukai oleh syetan untuk merayu kita.
Mudah-mudahan mulai dari sekarang kita hindari sifat-sifat yang melalaikan itu dengan cara langsung mengerjakan apa saja yang akan kita kerjakan setelah semuanya sudah bersedia. Jangan pernah menunda-nundanya apalagi mencoba untuk tidak mengerjakannya sama sekali.
semoga bermanfaat . . . .!!!! terutama pada diri saya sendiri :)
Monday, May 16, 2011
Sang Murobbi = Sang Pendidik
Sempena hari ini sebagai hari guru di Malaysia, saya ingin mencoret-coret blog ini dengan kenangan indah bersama para pendidik ku di masa kecil hingga sekarang dan hingga akhir hayat ku nanti. Ouh ya, aku lebih suka menggunakan kata-kata "pendidik" daripada "guru". Memang semenjak kecil kita di ajari dengan menggunakan kata2 "guru" dan kita tahu bahwa profesi guru merupakan pekerjaan yang mulia. Karena dia kita tau, karena dia kita selamat, karena dia kita bahagia.
Ibu dan Ayah adalah pendidik yang pertama kali ku kenal. Ibu ku yang mengajari bagaimana cara berjalan, bicara dan bahkan mengajari mana yang baik dan mana yang buruk. Manakala ayah ku mendidik ku bagaimana tanggungjawab seorang lelaki dengan cara mengisi kekosongan waktu ku dulu, sehingga tak sempat untuk bermain sudah di suruh ke ladang. Memang capek, malas, tapi semua itu pasti akan ada hikmah nya.
Huruf A - Z tidak ku kenal jika tidak sekolah di SD Negeri, Desa Simonis. Ibu Nurbaik selaku kepala sekolah ku itu memang galak. Tapi banyak ilmu pengetahuan yang bersifat pengantar untuk meneruskan sekolah ku ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Dengan bertambah nya umur ku, tak terasa setelah 6 tahun di Sekolah Dasar itu, ayah ku langsung mendaftarkan ku ke Pesantren Modern Dar Al-Uluum Asahan, Kisaran. Di pondok ini, kami selalu menyebutnya penjara suci. Sebab seluas Ponpes (pondok pesantren) itu di kasi pagar untuk menghindari para santri keluar tanpa izin.
Subahallah,, aku mulai menemukan jati diri ku sebagai seorang yang berpotensi menurut ku sendiri selama di pondok ini. Selain belajar secara formal di dalam kelas, aku juga berusaha untuk mengikuti beberapa ketrampilan, seperti latihan nasyid, qori (taranum) dan juga program tahfiz.
Dengan seperti itu, Alhamdulillah, selama di ponpes aku sering keluar beserta teman-teman pilihan dan guru pembimbing untuk program PKL (Praktek Kerja Lapangan) dan sekaligus promosi pesantren ke kampung-kampung dan tempat-tempat di daerah Asahan, dan labuhan batu.
Begitu juga kepada Almrhm Buya Pulungan yang mendidik ku untuk menghafal al-Qur'an. Dengan keikhlasan beliau, aku dapat berjalan-jalan di bumi Allah dan menopang hidup hingga saat ini. Dan yang terutama adalah aku dapat mengajarkannya kepada orang lain sesuai kemampuan yang ku miliki dengan izin-Nya.
Lagi-lagi tak terasa, ternyata 6 tahun juga diri ku berlayar di pondok suci itu. Banyak kenangan yang tak terlupakan. Karena kedewasaan ku lahir disana, sehingga kesan pahit dan indah itu sangat melekat di hati ku.
Kematangan ku berfikir mulai muncul sewaktu aku mulai menginjakkan kaki ku di perantauan ini, yaitu di tanah melayu, Malaysia. Akan tetapi tujuan utama ku adalah untuk belajar. Karena aku yakin, kedewasaan seseorang itu akan terarah jika di didik oleh seorang pendidik yang professional (Dosen). Sehingga aku memilih untuk kuliah.
Begitu lah perjalanan hidup ku bersama-sama dengan para pendidik. Aku hanya bisa berdoa kepada mereka semua agar diberikan keikhlasan dalam mendidik ku sehingga apa yang mereka ajarkan menjadi satu hal yang sangat bermanfaat bagi ku dan bagi orang lain nantinya.
Tak terlupakan ialah Qudwah Hasanah, Suri Tauladan Guru terbaik dan Pendidik yang paling berkesan adalah Nabiyyuna Rasulullah SAW.
Satu hal yang menarik bagi ku ketika para pendidik ku selalu mengatakan "setiap manusia mempunyai potensi untuk lebih baik. Setiap manusia mempunyai kelebihan masing-masing. Maka bangun lah. Karena tiada yang dapat membangun kan mu kecuali dengan diri mu sendiri".
Saturday, May 7, 2011
Geram . . .!!!! Tapi ambil hikmahnya
Perasaan tersebut telah aku rasakan menjelang maghrib tadi. Sekitar pukul 7.10pm (waktu Malaysia) aku ingin masuk ke rumah akan tetapi disebabkan kelalaian ku sehingga lupa membawa kunci rumah.
Sebelum masuk ke rumah, aku membeli beberapa barang-an dapur untuk persiapan malam ini dan besok. Nah, setelah itu aku pun ingin masuk ke rumah, baru sadar kalau aku terlupa membawa kunci rumah ku. Kebetulan posisi rumah ku itu di lantai 2 dari 4 lantai. Oleh sebab itu, perlu energi jika ingin turun naik dari tangga tersebut.
Setelah di depan pintu, aku pun mengetok pintu nya, dengan harapan di buka oleh orang yang ada di dalam. Kebetulan sebelum keluar dari rumah, aku ingat kalau di dalam ada teman serumah (Orang Malaysia). Tapi beberapa kali ku ketok tak ada yang menyahut nya, apalagi membuka nya.
Hal ini sebenarnya sudah beberapa kali terjadi, akan tetapi entah kenapa hari ini pula rasanya yang paling sakit dan ingin marah tapi tak bisa. Bukan karena takut capek karena turun naik dari tangga, akan tetapi waktu tadi aku ingin siap-siap untuk solat karena sudah menjelanng waktu maghrib. Selain itu juga, barang-barang yang aku belanjakan sore itu mau di letak di mana ? Tak mungkin di bawa ke mesjid, atau di letak di depan pintu, karena itu barang-barang yang dibeli, jadi takut juga rasanya meninggal kannya.
Terakhir aku coba lagi untuk mengetok nya dengan tenaga kuaaaaaat sekali. Aku yakin 4 pintu di sebelah rumah kami itu dengar. Tapi tak ada juga respon dari dalam. Aku coba tunggu dan terdiam sebentar. Aku mendengar suara pintu di tutup dari dalam rumahku. Aku bertambah yakin kalau di dalam masih ada orang. Maka aku ketok lagi dengan tenaga yang lebih kuat dari suara yang sebelum nya. Akan tetapi tak juga respon.
Akhir nya, tiba-tiba terdengar suara pintu di buka. Ternyata ada 2 orang di dalam. 1 orang sudah Doktor dan 1 orang lagi Kandidat S1. Tempo hari aku beranggapan mereka memang betul tak dengar suara pintu di ketok, dan mudah-mudahan memang begitu lah sebenarnya. Akan tetapi hati kecil ku mengatakan kalau mereka dengar hanya saja tidak mau membuka kannya.
Terus terang aku tidak ingin menyalah kan mereka, akan tetapi aku yang salah karena lupa membawa kunci sehingga membuat mereka terganggu. Tapi seharus nya apa salah nya kalau dia buka kan pintu rumah kalau dia tak merasa terganggu. Justeru seorang mukmin yang baik adalah yang senang dan bahagia jika seseorang datang ke rumah nya dengan bermaksud baik. Siapa tau kedatangannya membawa rezeki.
Tapi sepertinya dia berfikir kalau yang mengetok pintu itu adalah orang asing. Jadi tak usah di buka pintu. Karena kebiasaan disini seperti itu, kalau kita tak kenal tak usah sembarangan membuka pintu.
Apapun ceritanya, aku sangat suka mengambil iktibar / hikmah dari apa yang aku rasakan tadi. yaitu "Membuka-kan pintu jika terdengar ada yang mengetok nya. Siapa tau ia sangat memerlukan atau ingin cepat masuk ke rumah sedangkan ia tak bawa kunci. Jika ada rasa ragu kalau ia orang jahat, lebih baik di tanya dulu sebelum di buka."
Para Pembaca sekalian (kalau ada,,, heeeee) tulisan ini hanya ingin meluahkan hati yang kesal, geram dan ingin marah, tapi tak ada hak karena memang kesalahan sendiri.
Kawan-kawan dan para pembaca semua, budayakan dengan beranggapan positif dan senantiasa mengambil hikmah dari apa saja yang berlaku. Semoga kita semua bisa lebih baik.
Pesan Abah "Jangan pernah jemu jadi orang baik". (Dato' Siddik Fazil, Presiden KDH)
Monday, April 25, 2011
Hanya Ingin Mereka Bahagia
Ibu dan Ayah ku memang tak pernah berharap jumlah uang yang ku berikan kepada mereka, akan tetapi aku yakin mereka hanya berharap bagaimana diriku dan apa yang telah aku lakukan demi masa depan ku nanti.
Tahun 2007 yang lalu tepatnya tgl 28 Juli aku beranjak dari kampung ku melalui Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai-Asahan SUMUT untuk berangkat ke Negara yang ku impikan selama ini, dengan harapan bisa kuliah dengan kemampuan yang ku miliki dengan izin-Nya. Beberapa kali aku berangkat dari pelabuhan tersebut, setelah pemberangkatan yang ke-3 kali aku nangis dan sangat sedih, begitu juga ayah ku yang jarang sekali aku dengar beliau nangis dalam pelukan ku.
Satu saat aku berniat, akan membawa mereka datang ke Malaysia. Alhamdulillah niat tersebut akan aku tunaikan sesaat lagi. Tapi saat ini beberapa masalah telah menyerangku. Terutama masalah Financial. Selain membelikan tiket mereka berdua pulang pergi, ada lagi yang membuat diri ku agak susah untuk menyelesaikannya. Yaitu amanah yang diberikan kepada ku selama satu priode kedepan untuk memajukan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di kampus ku.
Akan tetapi, saat ini aku mencoba untuk menghilangkan sementara masalah-masalah tersebut, karena dengan izin Allah akhirnya aku bisa menyelesaikan kuliah ku dengan serba apa adanya meskipun sedikit lari dari perencanaan ku yang dulu, dan dapat juga mengajak kedua orang tua ku di acara konvokesyen (wisuda)ku tgl 30 April nanti.
Ayah,,,!! ibu,,,!! aku tak bisa berbuat apa-apa. Untuk saat ini hanya ini yang bisa ku lakukan. Do'a kan aku agar bisa memberikan yang terbaik bagi kalian berdua. Bisa menyelesaikan kuliah ku nantinya di UIN SUSKA-Pekan Baru dan bisa mendapatkan Istri yang solehah yang bisa membantu mu saat sudah tidak berdaya lagi. Dan memberikan cucu yang soleh dan solehah.
Do'a ku selalu mengiringi kalian berdua dalam solat ku ........
"Robbighfir li Waliwalidayya Warham huma kama Robbayani Shoghiro" Amiin Ya Robb . . .
Thursday, April 14, 2011
Kemana Semangat Ku . . . ..
Beberapa menit kami sudah memulai ngobrol. 5 menit kemudian kami sama-sama terdiam tak tau mau nanya apa dan cerita apa. Aku menunggu nya dan dia juga menunggu ku untuk menanyakan sesuatu. Akhirnya kami sama-sama menuggu malam itu. Sampai lah 5 menit terdengar suara sms di hp ku dari nya, her said "sudah lah, mungkin akh lagi sibuk ya. tak di balas2 chat ana" . .. dia pun off. Eh,,, ternyata hal yang sama juga yang aku rasakan. Aku mengira dia juga lagi sibuk sehingga tak sempat balas chatingan ku. Akhirnya sama-sama kami sadari kalau itu faktor dari jaringan yang kurang bersahabat dengan kami.
Tetapi kembali normal setelah ia restart YM (yahoo messenger) nya. Tapi setelah itu kami diam, tak tau mau ngomong apa. Malam ini aku di kejutkan oleh sebuah pertanyaan yang pernah aku janjikan untuk diri ku sendiri setelah tamat dari ponpes (pondok pesantren). Yaitu "Akh, ana mau nanya boleh, pernah ga' akh khatam baca Qur'an dengan Artinya ? dan pernah ga' akh khatam baca Qur'an dalam sebulan ?". ya Robb . . .
Langsung rasanya hati ku tersentak dan tak tau mau jawab apa selain BELUM PERNAH. Karena hal ini pernah aku janjikan ketika aku tamat dari ponpes dulu, berhubung hafalan Qur'an ku ada, jadi menurut guru ku harus bisa mengkhatamkan Qur'an dalam sebulan sekali. Meskipun Guru ku itu bisa khatam dalam 3 hari sekali. Allahu yarham.
Aku merasa malu dan iri dengan pertanyaannya itu, akan tetapi itu lah yang aku harapkan selama ini. Yang bisa mengingatkan dan menegur ku jika aku lupa.
Tilawah Qur'an bisa khatam dalam satu bulan adalah satu impian ku waktu itu. Karena aku berfikir, hafalan Qur'an jika tidak di ulang, maka ia akan lupa dan memang itu lah hakikatnya. Maka aku berjanji minimal aku bisa meng-Khatamkan Qur'an dalam sebulan. Akan tetapi, apa yang terjadi adalah aku di buai oleh keduniawi-an yang memberikan kesibukan tanpa arah. Banyak yang di kerjakan tapi tak tau faedah nya. Padahal, MR ku bilang, apapun yang kita lakukan pastikan ia bernilai di sisi-Nya sehingga bisa kita rasakan di akhirat nanti.
Ya Robb . . aku tidak ingin diri ini di sibukkan dengan dunia-Mu belaka. Maka sibukkan lah aku dengan misi akhirat-Mu. Aku sadar bahwa tanpa hidayah-Mu aku tak bisa berbuat apa-apa. Cukup indah bagi ku, apa yang Engkau perlihatkan di dunia, akan tetapi keindahan itu tak kalah dengan apa yang Engkau persiapkan di akhirat nanti.
Ingin rasanya mencoret-coret Blog ku yang tak bernilai ini, dengan harapan bisa merubah kehidupan ku selama ini kepada yang lebih baik. Hanya satu harapan dalam hidup ku, yaitu : "Mengharap Ridho-Nya dengan apa saja yang ku lakukan".
Pukul 09.15 Pagi
Hentian Kajang, Selangor.
Tuesday, April 12, 2011
Ibu ku . . . .
Ibuku adalah wanita yang sangat sederhana sekali
Ibuku juga hanyalah seseorang yang polos dan lugu
Ibuku yang hanya mampu bersekolah hingga sekolah dasar
Ibuku bahkan tidak bisa sms an seperti anak jaman sekarang
Ibuku juga tidak terlalu pintar dalam berkata kata
Apalagi harus tahu bagaimana menggunakan psikologi anak
Ibuku juga sering cepat tersinggung dan marah-marah
Pastinya jauh sekali jika dibandingkan dengan ibu ibu kalian
Meskipun ia penuh kesederhananan dan keluguan
Bahkan juga bukan orang yang hebat sekali dalam beribadah
Tapi ibuku wanita berprinsip yang sangat jujur dan lurus
Tak pernah sedikitpun ia menjelekan, apalagi merugikan orang lain
Uniknya lagi ibuku tidak peduli akan dirinya dibanding anaknya
Ia tidak begitu peduli bagaimana penampilan dirinya sendiri
Pernah beberapa kali kulihat pakaianya ada robek dibagian tertentu
Beliaupun berkata, aku hanya ingin kalian memakai yang terbaik
Sebegitu seringnya aku membuatnya marah marah
Hingga mungkin tidak sedikit membuatnya menangis
Tapi ibuku adalah pemaaf sempurna yang tanpa kata kata
Ketika kita tersenyum maka beliaupun telah lupa segalanya
Ibu... Berikanlahlah berjuta maaf pada anakmu ini.......
Kutahu kini hanya engkaulah yang paling pedulikanku
Kutahu pula hanyalah engkau yang mempertaruhkan hidup untukku
Hanyalah engkau pula yang kan masuk lautan api hanya untuk anakmu
Ibu,... meskipun engkau bukan seorang yang pandai bicara
Aku anakmu ini sesungguhnya juga belajar padamu tentang rasa cinta
Karena ketika engkau menangis kurasakan hal yang sangat pedih
Dan aku sepertinya tidak rela ada pemandangan seperti itu dihadapanku
Terlalu banyak alasan untuk menjadikanmu ratu dirumah
Tak ada alasan pula untuk menduakanmu kecuali atas ijinmu
Engkaulah pelita bercahaya dan tempat berlabuh bagi anak anakmu
! lOve U !BU ...
Thursday, April 7, 2011
Malam yang dingin,, dapat Do'a dari nya . . . .
Ya Rabbi, Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Seorang pria yang mempunyai sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat Agung-Mu.
Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia- sia.
Seorang pria yang memiliki hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada disebelahnya.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Dan aku juga meminta: Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata- kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan "Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan.
Sunday, February 13, 2011
WUJUDKAN YANG TERBAIK
Tuesday, February 1, 2011
Mengawali Cinta Kita

Do'a untuk memulai dan membangun hubungan kita atas dasar saling mencintai, namun kita selalu berharap tetap berada di jalur yang benar -jalur yang diridhoi Allah-. Semoga Do'a sederhana ini mengantarkan kita pada kisah awal cinta sejati, cinta yang tidak usang dimakan zaman, cinta dua insan yang tersesat di dunia dan saling bergandengan tangan menuju kampung akhirat.
"Kumohon pada Allah agar membuka hati dan wawasan kita. Menjadikan kita sebagai pencari hikmah yang penuh kerendahan hati. Membukakan telinga kita selebar-lebarnya dan mengunci lisan kita dari berbagai ucapan yang berlebihan serta kata-kata yang menyakitkan. Menjauhkan kita dari kedegilan orang-orang yang tertipu oleh kehebatan diri "na'udzubillahimindzaalik". Aku mohon kepada Allah agar kehangatan hakiki hadir dalam hubungan kita. Dan agar Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang mencintai karena Allah serta segenap makhluknya mencintai kita." Amin
Tiada kata-kata yang patut ku ucapkan, selain "Uhibbuki Fillah" . . . . . . . .. . .
ya Robb . . . . .
Friday, January 14, 2011
Ketika Cinta Memanggil mu

Ada berbagai jenis macam cinta
Cinta Allah SWT pada makhlukNya
Cinta hamba pada sang penciptaNya
Cinta Kedua orang tua pada anaknya
Cinta anak pada kedua orang tuanya
Cinta anak bangsa pada tanah kelahirannya
Cinta manusia pada mahluk lainnya
Dan berbagai jenis cinta yang tak terhitung banyaknya
Diantara semua cinta yang bermacam-macam itu
Cinta Allah kepada MakhlukNya adalah cinta yang tak terbatas
Dia begitu menyintai makhluknya tanpa peduli apapun perlakuan makhluk padaNya
Dia diakui atau tidak oleh makhlukNya
Dia di imani atau di ingkari
Dia di sembah atau tidak
CintaNya pada makhluk tak kurang-kurangnya
Dia tetap saja memberi memberi dan memberi
Itulah cinta sejati
Memberi tak harap kembali
Diantara cinta macam-macam itu
Ada cinta yang tak pernah selesai di tulis
Ada cinta yang tak kering keringnya di gali
Ada cinta yang tak habis-habisnya di buat cerita
Ada cinta yang tak bosen-bosenya di buat puisi
Ada cinta yang melahirkan puluhan ribua judul novel dan cerpen
Ada cinta yang dia buat ribuan judul film
Ada cinta yang semakin di gali semakin dalam
Ada cinta yang melahirkan ribuan para pujangga, penyair, novelis dan cerpenis
Itulah cinta dua anak manusia keturunan Adam dan Hawa
Diantara cinta sepasang kekasih
Banyak yang melegenda tak tenggelam oleh waktu
Cinta Yusuf dan Zulaikha
Cinta Ali dan Fatimah
Cinta Qais dan Laila
Cinta Romeo and Yuliet
Cinta Samson dan Dalilah
Cinta Rama dan Shinta
Dan banyak lagi cinta yang melegenda menurut versi masing masing
Diantara macam-macam cinta
Cinta antar anak manusia
Cinta laki laki pada wanita dan sebaliknya
Inilah yang cinta paling menarik hati manusia yang paling halus
Yang mampu menggetarkan gelombang perasaan siapapun yang disinggahinya
Begitu halusnya seperti jaringan sel dalam tubuh yang bertaut satu sama lain
Yang mampu membuat yang singgahinya untuk berbuat apapun demi yang dicintainya
Maka perlu di barengi oleh iman di dada
Ketika Cinta Memanggilmu
Sambutlah
Karena tak semua orang mendapat karunia cinta jenis yang satu ini
Namun bersabarlah
Bila jenis cinta yang satu ini belum datang menghampirimu
Dan bertawaqalah
Bila cintamu hilang di telan bumi dan membuat hatimu sakit tak terperi
Jangan lari mengubur diri
Dunia tak kiamat dengan hilangnya orang yang kau cintai
Dunia tak hilang lenyap bila orang kau cintai pergi tak kembali
Dunia tak runtuh bila tiba-tiba cinta putus di tengah jalan
Masih ada mentari di balik kegelapan awan
Masih ada anggrek di tengah kegelapan hutan
Masih ada teratai ditengah keruhnya sebuah kolam
Masih ada bulan di tengah kegelapan malam
Masih ada suka dibalik luka duka yang menganga
Katika Cinta Memanggilmu
Sambutlah dengan tetap bersiap diri bila ditinggalinya
Bahagialah dengan syukur atas karuniaNya
Tersenyumlah ada cinta yang sedang bernyanyi di hatimu
Yang terkadang sukar untuk melukiskannya
Kemana-mana ada wajah dia sang kekasih yang dicintai
Jatuh cinta manusiawi awal terbentuk keluarga yang harmonis
Dengan niat menggapai ridho Illahi robbi
Bermacam cara cinta memangilmu
Ada yang tiba tiba dan jatuhlah dia
Ada yang pelan pelan dalam proses yang panjang makan waktu
Ada yang lambat seperti tanpa harapan dalam kegelapan
Bahkan ada yang tak sempat disinggahinya karena telah di panggil kembali olehNya
Ketika cinta memanggilmu
Terkadang tak ada kata sepatahpun yang keluar darinya
Terkadang begitu nyata dalam tingkah laku dan perbuatannya
Terkadang tanpa wajahpun dia bisa memanggilmu
Unik memang cinta itu
Kadang datang tanpa di undang
Kadang pergi tanpa permisi dan basa basi
Ketika cinta memangilmu
Apapapun jenisnya
Sambutlah
Karena tak semua orang mendapat panggilan cinta
Unik memang cinta itu
Datangnya kadang tak terduga
Ada yang disapa pada orang orang yang dekat sekelilingnya
Namun ada yang di sapa tanpa melihat wajahnya
Jauh di mata namun dekat di hati
Terpujilah Dia yang menciptakan cinta
Dengan ikatan cinta manusia berbagi suka dan duka
Dengan ikatan cinta beban berat terasa ringan
Dengan ikatan cinta kesulitan dihadapi bersama
Dengan ikatan cinta air mata dukapun manis tarasa
Maka sambutlah
Ketika cinta memanggilmu
Dengan niat mendapat ridhoNya
Unik memang cinta itu
Dia memanggil melalui hati
Kadang tanpa suara tanpa kata
Kadang dalam diampun dia bisa memanggil
Kadang tanpa wajahpun dia bisa bersuara
Kadang jarakpun tak mampu membatasi panggilannya
Maka sambutlah
Ketika Cinta Memanggilmu.
Wednesday, January 5, 2011
Perbedaan Kartu Kredit Konvensional dan Syari'ah : Hasanah Card

BNI SYARIAH telah menerbitkan kartu kredit yang berbasis dengan syariah : Hasanah Card, dimana kartu kredit ini sangat berbeda sekali dengan kartu kredit konvensional khususnya dalam sistem perhitungan biaya yang akan dibebankan kepada pemegang kartu kredit. Hasanah Card telah menyesuaikan dengan ketentuan syariah dari Dewan Syariah Nasional No. 54/DSN-MUI/X/2005, dengan memakai akad Kafalah – Qardh - & Ijarah, sehingga sistem perhitungan biayanya lebih transparan, adil serta lebih murah dibandingkan dengan sistem perhitungan biaya pada kartu kredit konvensional.
Perbedaan yang mendasar antara kartu kredit konvensional dengan kartu kredit syariah Hasanah Card, adalah sebagai berikut :
1. Pada kartu kredit konvensional, biaya bunga dan biaya-biaya lain (seperti biaya denda keterlambatan, dsbnya) yang timbul pada bulan tersebut, akan diakumulasi dengan sisa hutang pokok yang belum terbayarkan setelah tanggal jatuh tempo, untuk menghitung biaya bunga pada bulan berikutnya, sehingga dikenal dengan sistembunga ber bunga (bunga yang dibungakan kembali). Selain itu perhitungan bunganya juga mulai dilihat berdasarkan nilai awal hutang pada saat transaksi dan juga melihat jumlah hari hutang yang berjalan, berdasarkan saldo hutang rata-rata harian, dihitung dari tanggal posting/ tanggal transaksi.
Contoh :
Apabila ada sisa tanggihan dari bulan sebelumnya sebesar Rp 1.000.000,- dengan bunga 3% sebesar Rp 30.000,-. Kemudian sebelum tanggal jatuh tempo dibayarkan sebesar Rp 600.000,-, maka akumulasi sisa hutang pokok setelah tanggal jatuh tempo adalah sisa hutang pokok sebesar Rp 400.000,- ditambah dengan biaya bunga sebesar Rp 30.000,- maka totalnya sebesar Rp 430.000,-. Sehingga perhitungan biaya bunga di bulan berikutnya secara sederhana dihitung dari 3% x Rp 430.000,-. Di contoh ini tidak dimasukkan faktor posting, kalau dimasukkan tentu perhitungan biaya bunga jauh lebih kompleks dan lebih tinggi dibandingkan dengan yang tertulis di atas.
Pada kartu kredit syariah Hasanah Card, sistem perhitungan biaya Monthly Fee (biaya pengelolaan hutang – ujroh equivalent 2,95%) dihitungberdasarkan kepada sisa hutang pokok bersih setelah tanggal jatuh tempo, jadi biaya yang timbul di bulan sebelumnya tidak diakumulasikan dengan sisa hutang pokok untuk menghitung biaya pada bulan berikutnya. Selain itu pada sistem perhitungan pada Hasanah Card ini tidak berdasarkan pada dimulainya tanggal posting, tetapi dihitung dimulai setelah tanggal jatuh tempo. Jadi kartu Hasanah tidak memperhitungkan kembali nilai awal transaksi, jumlah hari hutang serta tidak memperhitungkan kembali biaya timbul bulan sebelumnya sebagai bagian saldo outstanding baru.
Contoh ;
Diasumsikan sama dengan contoh di atas, dimana sisa tanggihan dari bulan sebelumnya sebesar Rp 1.000.000,- dengan asumsi biaya yang sama sebesar Rp 30.000,- (3%). Sebelum tanggal jatuh tempo dibayarkan sebesar Rp 600.000,-, sehingga setelah tanggal jatuh tempo tersisa hutang pokok bersih sebesar Rp 400.000,- plus dengan biaya bulan sebelumnya sebesar Rp 30,000,-. Maka perhitungan biaya bulan berikutnya (Monthly Fee) adalah dihitung dari 3% x Rp 400.000,-
Maka apabila si pemegang kartu kredit konvensional membayar tanggihan sebesar minimum payment 10% dari total tanggihan, maka pembayaran minimum payment tersebut 80% akan habis untuk menutupi biaya bunga saja, sehingga tidak akan pernah bisa lunas. Bagi pemegang kartu kredit syariah Hasanah Card membayar tanggihan sebesar minimum payment, maka dari pembayaran tersebut yang dipakai untuk biaya Monthly Fee hanya sebesar 29,5% saja, sedangkan sisanya sebesar 70,5% akan mengurangi hutang pokok. Sehingga dalam waktu maksimal 1 tahun 6 bulan dengan membayar minimun payment 10% tiap bulan bisa melunaskan seluruh hutang yang ada.
2. Sistem tarik Tunai di ATM (Cash Advance)
Pada kartu kredit konvensional, akan dikenakan biaya sebagai berikut :
* Dikenakan biaya penarikan sebesar 4 - 10% dari total nominal yang ditarik, tergantung dari bank penerbit kartu tersebut, minimal Rp 50.000
* Biaya bunga Cash Advance, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan biaya bunga retail/belanja.
* Sistem perhitungan biaya bunga Cash Advance adalah memakai sistem bunga harian atau bunga berjalan, artinya bunga mulai dihitung sehari setelah tanggal penarikan sampai tanggal pelunasannya. Jadi apabila pemegang kartu melunasi seluruh dana yang ditarik pada hari ke 10 setelah tanggal penarikan, walaupun itu sebelum tanggal jatuh tempo, maka tetap sudah ada perhitungan bunga selama 10 hari dari total penarikan ditambah dengan biaya penarikan
Pada kartu kredit syariah Hasanah Card, sebagai berikut :
· Hanya dikenakan biaya penarikan sebesar Rp 25.000,-.
· Biaya Monthly Fee untuk cash advance sama besarannya dengan biaya Monthly fee untuk retail/belanja yaitu sama dengan 2,95%.
· Sistem perhitungan biaya Monthly Fee baru dihitung setelah tanggal jatuh tempo berdasarkan kepada sisa hutang pokok bersih yang belum terbayarkan. Jadi apabila pemegang kartu Hasanah telah melunasi seluruh hutangnya sebelum tanggal jatuh tempo, maka hanya dikenakan biaya penarikan saja (Rp 25.000,-). sebagai contoh : apabila card holder hasanah menarika dana sebesar Rp 1,5 jt dari atm bni, dan kemudian dia melunaskan sebelum tanggal jatuh tempo maka hanya dikenakan biaya penarikkan sebesar Rp 25 ribu., tetapi apabila yang dibayarkan hanya Rp 500 ribu saja, maka pada billing di bulan berikutnya dia hanya dikenakan biaya Monthly fee sebesar Rp 29.500,- (Rp 1 juta sebagai outstanding x 2,95%) ditambah dengan biaya penarikan Rp 25 ribu.
Maka apabila dalam satu lembar penaggihan pada kartu kredit konvensional ada tanggihan belanja dan tanggihan Cash Advance, dimana si pemegang kartu tersebut belum bisa membayar secara keseluruhan tanggihan, maka pembayaran yang dilakukannya oleh pihak bank penerbit akan diposting terlebih dahulu pembayaran transaksi belanja, baru sisanya untuk pembayaran transaksi Cash Advance, karena bunga yang dihasilkan dari Cash Advance lebih besar dan sistem bunganya bunga harian/belanja. Sedangkan kartu Hasanah, tidak membedakan transaksi antara transaksi retail maupun cash advance, karena yang dilihat hanya total sisa tanggihan yang belum dibayar saja setelah tanggal jatuh tempo.
3.Fasilitas Executive Lounge di Bandara Udara, bagi Pemegang kartu Gold & Platinum.
Bagi pemegang kartu kredit konvensional yang Gold, penggunaan fasilitas executive lounge di bandara udara, sekarang tidak lagi gratis, karena akan mengurangi point reward atau akan mendebet otomatis. Sedangkan bagi pemegang kartu Hasanah Card yang Gold, fasilitas tersebut masih gratis, tanpa mengurangi point reward atau tanpa akan didebet.
BNI Syariah berkerjasama dengan beberapa pemegang hak franchise / waralaba memberikan kesempatan pemegang kartu hasanah untuk memulai usahanya, dimana biaya awal (pembelian hak waralaba) bisa didebet dari kartu hasanah dan bisa dicicil selama 12 bulan, tanpa ada tambahan biaya apapun. Waralaba seperti Mie Hezoo, Somay Echo. Fresh Mountain tea, Martabak Tela, Sweet Burger, Seven to Seven, Royal Crepes, Ayam & Bebek Kremes, Mister Blek, GWGuyur
Sistem perhitungan Card Credit (Hasana Card ) BNI Syari'ah, dan Bank Konvensional

Di kartu hasanah telah ditetapkan patokkan maksimal biaya berdasarkan limit kartu yang disetujui, yang disebut Monthly Fee. Tujuannya adalah untuk menghitung ekuivalent biaya riil yang dibebankan kepada pemegang kartu hasanah, yang disebut denganNet Monthly Fee...dimana semua limit kartu mulai dari terkecil Rp 4 juta s/d yang terbesar Rp 900 juta diperbandingkan dengan monthly fee masing2 limit kartu, mempunyai equivalent yang sama yaitu sebesar 2,95%..
Biaya Riil yang dikenakan kepada card holder yang disebut dgn Net Monthly Fee, sbb :
Net Monthly Fee = Outstanding (sisa hutang yg belum dilunasi) X ( Monthly Fee : Limit
Kartu)
= 2,95 %
Contoh Limit :
Limit : Classic : Rp 4 juta Monthly Fee Rp 118.000,-
Rp 6 juta Monthly Fee Rp 177.000,-
Rp 8 juta Monthly Fee Rp 236.000,-
Gold : Rp 10 juta Monthly Fee Rp 295.000,-
Rp 15 juta Monthly Fee Rp 442.000,-
Rp 20 juta Monthly Fee Rp 590.000,-
Rp 25 juta Monthly Fee Rp 737.000,-
Rp 30 juta Monthly Fee Rp 885.000,-
Platinum Rp 40 juta Monthly Fee Rp 1.180.000,-
Rp 50 juta Monthly Fee Rp 1.475.000,-
Rp 75 juta Monthly Fee Rp 2.212.500,-
...
...
...
Rp 900 juta Monthly Fee Rp 26.550.000,-
Contoh Kasus :
limit kartu gold Rp 10 juta,dimana monthly fee nya Rp 295.000,-
tgl 1 juli melakukan transaksi belanja sebesar Rp 1 juta, dimana ditanggih pada tanggal 18 juli dan jatuh tempo tanggal 8 agustus 2010, dimana pada tanggal 5 agustus 2010 melakukan pembayaran sebesar Rp 500 ribu,
maka outstanding (sisa hutang yang belum dibayar) adalah Rp 500.000,-
Net Monthly Fee = outstanding X (monthly fee / limit kartu)
Rp 500.000,- X (Rp 295.000,- / Rp 10.000.000,-)
Net Monthly Fee = Rp 14.750
Kalau dibandingkan dengan kartu kredit konvensional, dengan contoh kasus yang sama seperti diatas, maka perhitungan bunganya adalah sbb :
Bunga = (saldo hutang rata2 harian dr tgl trx 1 juli s/d tgl cetak tanggihan18 juli) + (saldo
hutang rata2 harian dr tgl cetak tanggihan18 juli s/d tgl pembayaran 5 agustus) +
(saldo hutang rata2 harian dr tgl pembayaran 5 agustus s/d tgl cetak tanggihan bulan
berikutnya 18 agustus)
Bunga = {Rp 1 juta x (16 hari /365 hari) x (3% x 12 bulan)} + { Rp 1 juta x (17 hari/365 hari) x
(3% x 12 bulan)} + { Rp 500 ribu x (13 hari/365 hari) x (3% x 12 bulan)}
= Rp 15.781,- + Rp 16.767,- + Rp 6.411,-
Bunga = Rp 38.959,-
Jadi dengan besar transaksi yg sama, dengan pembayaran dan tanggal yang sama, biaya yang dibebankan kepada pemegang kartu kredit konvensional jauh lebih tinggi dengan pemegang kartu kredit hasanah. Hal ini disebabkan karena bank penerbitkan kartu kredit konvensional, dalam menghitung biaya bunga bagi pemenggang kartu didasarkan kepada :
1. mengakumulasikan outstanding dengan biaya bunga bulan sebelumnya dan ditambahkan juga dengan biaya2 yang lain, untuk menjadi pokok hutang baru, untuk dihitung bunga bulan berikutnya.
2. perhitungan bunganya juga dihitung dari nilai awal transaksi bukan hanya dari nilai outstanding saja.
3. di kartu kredit konvensional juga memperhitungkan jumlah hari hutang, kalau semakin lama hutangnya maka semakin besar pula hutangnya.
sedangkan sistem perhitungan di kartu hasanan jauh lebih sederhana, transparan dan ringan, hanya melihat pada saat jatuh tempo berapa sisa hutang yang belum dilunasi baru dikalikan dengan equivalent 2,95% .
Perbedaan Pada Sistem Perhitungan Pada Fasilitas Tarik Tunai (Cash Advance)
Pada Kartu Kredit Konvensional , sbb:
1. Dikenakan biaya penarikkan minimal sebesar 4% dari nilai nominal yang ditarik atau minimal Rp 50.000,-
2. Biaya Bunga Cash Advance lebih tinggi dibandingkan biaya bunga retail/belanja.
3. Perhitungan bunganya merupakan bunga harian, artinya bunga langsung dihitung setelah penarikkan. Walaupun dilunasi sebelum tanggal jatuh tempo, tetap sudah ada bunga sekian hari ditambah biaya penarikkan.
Pada Kartu Kredit Syariah Hasanah, sbb :
1. Biaya Penarikkan hanya Rp 25.000,-/pernarikkan.2. Biaya equivalent (net monthly fee) pada Cash Advance sama dengan retail yaitu 2,95 %.
Contoh Kasus :
Apabila ditarik dana di ATM pada tanggal 1 Januari 2011 sebesar Rp 1.500.000,- dengan tanggal penanggihan pada tanggal 18 Januari 2011 dan tanggal jatuh tempo pada tanggal 8 Februari 2011 serta di bayar lunas pada tanggal 30 Januari 2011, maka :
Pada Kartu Kredit Konvensional :
- 1. Biaya Penarikkan 4% x Rp 1.500.000,- = Rp 60.000,-
- 2. Bunga Cash Advance selama 30 hari, tentu sangat besar sekali.
Sedangkan pada kartu kredit syariah Hasanahhanya dikenakan biaya penarikkan sebesar Rp 25.000,- saja, tanpa ada biaya tambahan lainnya.