Thursday, May 19, 2011

Manusia bukan Malaikat dan Bukan juga syetan.

Belakangan ini terasa kalau diri ini agak jauh dari-Nya. Entah kenapa, aku pun tak tau sebab nya. Tapi memang itu lah yang terjadi pada diri ku belakangan ini. Apakah karena kesibukan ku? pasti jawapannya TIDAK. Apakah karena tak mampu ? sudah jelas jawapannya TIDAK. Tapi, apakah karena diri ku di timpa penyakit al-Kasl(malas) ? maka jawapannya MUNGKIN.

Aku tak pasti dimana kesalahan ku dalam penyakit malas ini. Tapi yang ku tau bahwa kebiasaan malas itu datang dari diri kita sendiri yang di rayu oleh syetan laknatullah 'alaih. Kadangkala ketika tiba waktu nya ingin berubah, datang lah syetan merayu agar niat yang baik itu kita batal kan. Kita sudah mendengar suara azan dan memang sudah bangun pada waktu pagi, tapi ko' malah terlena dengan rayuan syetan.

Hal ini lah yang kurasakan belakangan ini yang membuat ku selalu menyesal ketika usai sadar. Dan hal ini bukan hanya ketika solat saja, akan tetapi dalm aspek lain yang barangkali menurut ku sama. Dengan sengaja melambat-lambatkannya sehingga lupa.

Manusia memang bukan malaikat yang imannya selalu yazid (bertambah). Dan manusia juga bukan seperti syetan yang terus menerus imannya yanqus (menurun). Akan tetapi manusia itu adalah mempunyai iman yang bersifat yazid wa yanqus (bertambah dan menurun/berkurang). Dengan arti kata terkadang imannya bertambah, dan terkadang pula imannya berkurang/menurun.

Dalam hal ini, saya bukan bermaksud ingin mengatakan bahwa hal-hal yang di perintah kan Allah itu boleh di tinggal kan, karena sifat manusia sudah di takdir kan seperti itu. Jelas BUKAN. Akan tetapi itu lah manusia yang perlu mengubah sedaya upaya yang ia miliki. Nabi Adam as sendiri pernah terlena dengan rayuan syetan yang terkutuk ketika masih berada di dalam sorga bersama kekasih nya hawa yang memakan buah khuldi setelah di peringatkan oleh Allah tidak boleh dimakan. Akhirnya kemurkaan Allah menyebabkan mereka di turunkan kebumi.

Saya teringat salah seorang mantan pendidik (Murobbi) ku mengatakan :"SOLAT ITU HARUS DI PAKSA". Dalam kata-kata tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua perkara-perkara yang diperintahkan oleh Allah kepada kita wajib diberi tekanan kepada diri sendiri bahawa hal tersebut harus di lakukan meskipun secara paksa. Karena hal yang demikian dapat mengalahkan niat jahat syetan yang selalu merayu orang-orang yang berniat baik.

Selain daripada itu, satu hal lagi yang selalu kita jadi malas untuk melakukannya adalah selalu melambat-lambatkannya. Hal ini bukan hanya dalam bab-bab beribadah, akan tetapi menyeluruh seperti pekerjaan. Jika kita sengaja untuk menunda-nundanya maka hal tersebut akan di lupakan melalui rayuan syetan sehingga datanglah rasa malas untuk mengerjakannya. Terutama perkara-perkara yang berbentuk ibadah, paling di sukai oleh syetan untuk merayu kita.

Mudah-mudahan mulai dari sekarang kita hindari sifat-sifat yang melalaikan itu dengan cara langsung mengerjakan apa saja yang akan kita kerjakan setelah semuanya sudah bersedia. Jangan pernah menunda-nundanya apalagi mencoba untuk tidak mengerjakannya sama sekali.

semoga bermanfaat . . . .!!!! terutama pada diri saya sendiri :)

No comments:

Post a Comment