Sunday, October 24, 2010

Renungan di Pagi Hari



Seorang ayah ingin mengajarkan kepada anaknya sejak dini yang baru duduk dikelas 3 SD untuk mengatur uang jajannya. Sang anak diberi uang Rp 30.000 perminggu (termasuk ongkos ojek). Biasanya uang tersebut diberikan sang ayah sehari sebelum anaknya masuk sekolah.

Pada minggu pagi mereka berdua hendak jalan-jalan ke kota untuk menikmati liburan. Sebelum berangkat, tak lupa sang ayah memberikan uang jajan mingguan anaknya dengan tiga lembar uang Rp 10.000. Dan uang tersebut disimpan rapi dalam saku celananya.

Ditengah keasikan sang ayah dan anaknya menikmati hari libur mereka, tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan kedatangan seorang kakek pengemis yangg telah tua renta sambil memelas.
Tak tega melihat sang kakek tua memelas, sang anak dengan sigap langsung mengeluarkan 3 lembar uang 10.000,- dari saku celana dan diberikan seluruhnya.

Kontan saja kakek pengemis ini terlihat sangat senang seraya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih yang tak terkira kepada sang anak dan ayahnya ini.
Setelah si kakek tua berlalu, kemudian sang ayah bertanya;
“Sayang, kenapa kamu berikan semua uangmu untuk kakek itu? Bukankah satu lembar saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga nanti malam?”

“Ayah..kalau kakek tua itu ikhlas menerima yang sedikit maka aku ikhlas untuk memberikan yang lebih besar!” Jawab anaknya dengan wajah tersenyum..

“Tek!!!” Hati sang ayah langsung tersentak kaget mendengar jawaban tersebut.

“Nah, terus uang jajanmu untuk seminggu ke depan bagaimana?” Tanya sang ayah mencoba menguji.

“Kan aku masih punya ayah dan bunda! Tidak seperti kakek tua itu yang mungkin hanya hidup sebatangkara di dunia ini.” Balas anaknya.

“Kenapa kamu begitu yakin kalo ayah dan bunda akan mengganti uang jajanmu? Ayah nggak janji loh?” Kembali sang ayah mengujinya.

“Kalo ayah merasa bahwa aku adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada ayah dan bunda, maka aku sangat yakin ayah dan bunda tak akan membiarkan aku kelaparan seperti kakek tua itu..” Jawab sang anak mantap.

Seakan sang ayah tak percaya dengan jawaban dari putranya hingga ia kehabisan kata-kata. Ia tak menyangka jawaban seperti itu keluar dari seorang bocah kelas 3 SD. Ia seperti sedang berhadapan dengan seorang ulama besar dan ia tak bernilai apa-apa ketika berada dihadapannya.

Lalu ia berjongkok dan memegang kedua pundak anaknya..
“Sayang…ayah dan bunda janji akan selalu menjaga dan merawatmu hingga Allah tetapkan batas umur ini. Ayah sangat sayang padamu..” Sambil kedua matanya berkaca-kaca seolah tak kuat menahan haru..

Sambil memegang kedua pipi ayahnya, sang anak membalas,
“Ayah tak perlu berkata seperti itu. Sejak dulu aku sudah tahu bahwa ayah dan bunda sangat mencintai dan menyayangiku. Kelak jika aku sudah dewasa aku akan selalu menjaga ayah dan bunda, dan aku tidak akan membiarkan ayah dan bunda hidup dijalan seperti kakek tua itu…”

Dan airmata sang ayahpun tak terbendung mendengar jawaban tulus dari anaknya. Dipeluklah tubuh mungil itu dengan sangat erat. Dan kedua larut dalam haru dan kasih sayang.
Sahabat….., Luqman adalah tokoh orang tua yang bijak dalam mendidik anak yang diabadikan dalam Al-Qur’an, ada beberapa Nasehat dari Lukman kepada anaknya yang bisa kita ambil sebagai pelajaran kepada anak-anak kita atau anak buah kita ( tentu saja redaksinya silahkan Anda rubah sesuai dengan kondisi ), nasehat-nasehat tersebut diantaranya :

1. Anakku ketahuilah sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak yang karam kedalamnya bila engkau ingin selamat , agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama taqwa, isinya ialah iman dan layarnya adalah tawakkal kapada Allah

2. Orang yang senantiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasehat, maka dirinya akan mendapatkan penjagaan dari Allah. Orang yang insyaf dan sadar setelah menerima nasihat orang lain, dia kan senantiasa menerima kemuliaan dari Allah juga.

3. Orang yang merasa dirinya hina dan merasa rendah dalam beribadah dan taat kepada Allah, jadilah ia tawadhu’ kepada Allah , dia akan lebih dekat dengan Allah dan selalu berusaha menghindarkan ma’siat kepada-Nya.

4. Hai anakku; seandainya orang tuamu marah kapadamu karena kesalahanmu maka marahnya orang tua itu adalah bagaikan pupuk bagi tanaman.

5. Jauhkanlah dirimu dari berhutang , karena berhutang itu menjadikan dirimu hina diwaktu siang dan gelisah diwaktu malam.

6. Senantiasalah berharap kapada Allah tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak mendurhakai Allah. Takutlah kapada Allah dengan sebenar-benarnya takut, tentulah engkau akan lepas dari sifat keputusasaan dari Rahmat-Nya

7. Hai anakku ; seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya karena tidak dipercyai orang dan seorang yang telah bejat akhlaqnya akan senantiasa banyak melamunkan hal-hal yang tidak benar. Ketahuilah , memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mau mengerti.

8. Hai anakku ; engkau telah merasaan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih berat lagi dari pada itu semua adalah bilamana engkau mempunya tetangga yang jahat.

9. Hai anakku ; janganlah sekali-kali engkau mengirimkan seseorang yang bodoh menjadi utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdas dan pintar, sebaiknya dirimu sendirilah yang menjadi utusan.

10. Jauhilah sifat dusta, sebab berdusta itu enak sekali mengerjakanya, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit saja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.

11. Hai anakku ; bila engkau menghadapi dua alternative ta’ziyah orang mati ataukah menghadiri pesta perkawinan maka hendaklah engkau memilih untuk melayat orang mati, sebab melayat orang mati itu akan mengingatkanmu pada kampung akhirat, sedangkan menghadiri pesta perkawinan itu akan mengingatkanmu kesenangan duniawi saja.
12. Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, karena sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu alangkah lebih baiknya bila diberikan kepada anjing saja.

13. Hai anakku ; jangnlah kamu langsung menelan saja karena manisnya barang dan janganlah kamu langsung memuntahkan barang karena pahitnya. Karena yang manis itu belum tentu menimbulkan kesegaran, dan yang pahit itu belum tentu menimbulkan kegetiran.

14. Makanlah makananmu bersama-sama dengan orang yang taqwa dan musyawarahkanlah urusanmu dengan para alim ulama dengan cara memohon nasihat kepadanya.

15. Hai anakku ; bukanlah suatu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencri ilmu namun engkau tidak mengamalkanya. Hal itu tak ubahnya bagaikan seorang yang mencari kayu bakar, banyak terkumpul maka ia tidak kuat memikulnya tetapi ia masih selalu menambahnya juga

16. Hai anakku ; bila engkau ingin menemukan kawan sejati, maka ujilah dahulu dengan membikin dia marah bila dalam kemarahanya itu dia masih berusaha menginsyafkan atau menyadarkan kamu, maka bolehlah dia engkau ambil sebagai kawan. Bila tidak demikian maka berhati-hatilah engkau terhadapnya.

17. Selalulah baik tutur katamu dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu, karena engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseoran terhadap orang lain yang pernah memberikan barang berharganya.

18. Hai anakku ; bila engkau berteman, tempatkan dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadnya namun biarkan dia yang mengharapkan sesuatu darimu.

19. Jadikanlah dirimu dalam segala perilakumu sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau orang yang mengharapkan sanjungan orang lain, karena motivasi riya/pamrih itu menimbulkan cela.

20. Hai anakku ; usahakanlah agar mulutmu jangan sampai mengeluarkan kat-kata yang busuk dan kotor serta kasar, karena engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalu berbicara usahakanlah agar bicaramu mendatangkan kemanfaatan bagi orang lain.

21. Hai anakku ; janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu direpotkan dunia saja karena engkau diciptakan kedunia bukanlah untuk dunia saja. Sesungguhnya tak ada makhluk yang paling hina dari pada orang yang terpedaya oleh dunia.

22. Hai anakku janganlah engkau mudah tertawa kalau bukan karena sesuatu yang menggelikan engkau berjalan tanpa tujuan pasti, janganlah engkau menanyakan sesuatu yang tidak ada gunanya bagimu, janganlah menyia-nyiakan hartamu.

23. barang siapa yang penyayang akan disayang, barang siapa pendiam tentu akan selamat dari berkata yang mengandung racun, dan barang siapa yang tidak bisa menahan lidahnya dari berkata kotor tentulah akan menyesal.

24. Hai anakku ; bergaulah rapat engkau dengan orang Ulama dan Ilmuwan, perhatikan lah nasihat dan perkataanya karena sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata-katanya bagaikan tanah yang subur tersiram air hujan.

25. Hai anakku ; ambillah harta dunia sekedar keperluanmu, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekal akhiratmu. Janganlah kau tendang dunia ini ke keranjang sampah karena nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya jangan engkau peluk dunia ini serta merengguk habis airnya karena sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka.

Sunday, August 8, 2010

Ramadhan Tiba >> Tips-Tips menghadapi Bulan Mulia

asikk bentar lagi puasa, hayooo dah siap-siap lom???? nie da sedikit tipsnya ya,tapi basa-basi dulu ahh…

Tanpa terasa Ramadhan sebentar lagi akan tiba. Ramadhan datang setiap tahun silih berganti. Ramadhan tahun lalu telah pergi dan menjauhi kita dengan meninggalkan sejuta kesan bagi yang memanfaatkannya dengan seksama. Ramadhan kini akan datang lagi, dengan membawa beragam hikmah dan keistimewaan-keistimewaan di dalamnya. Pada setiap Ramadhan datang, kaum muslimin memuliakannya dengan ibadah, seperti: berpuasa, tadarrus Al-Qur’an, qiyamul lail, dan lain sebagainya. Hal itu kita lakukan karena kita telah menyadari akan pentingnya Ramadhan buat hidup kita.


Rasulullah SAW. bersabda: “Wahai umat manusia. Bulan yang mulia (Ramadhan) telah mengunjungi kamu, bulan penuh keberkahan. Suatu bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih berharga dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya suatu kewajiban (fardhu), sedangkan mengisi malam-malamnya dengan kebajikan-kebajikan dan pengabdian merupakan tathawwu’ (amal-amal sunat), yang amat bernilai.” (H.R. Ibnu Khuzaimah)

Ramadhan yang berkunjung sekali dalam setahun, tak salah lagi, dia merupakan suatu kesempatan bagi kaum muslimin mengejar dan berlomba dalam kebajikan. Ramadhan sebagai wadah penempa jasmani dan rohani, untuk menjadikan hidup bermanfaat. Karena itu perbanyaklah amal pagi dan petang, siang dan malam.

Adapun usaha menyantuni, mempermudah kesukaran orang lain, memudahkan yang mudah (tidak mempersukar) dan memperingan yang berat (tidak tambah diperberat), mendamaikan orang-orang bertengkar, membaca Al-Qur’an, bertasbih, bertahmid, bertakbir, berdo’a, memohon kebajikan kepada Allah SWT., mengembalikan orang yang sesat ke jalan yang benar, menunaikan tugas dengan tepat, menunaikan amanah dan bertanggung jawab, menahan diri dari mencerca dan berkata-kata yang mubazir, menahan nafsu dari keserakahan, tamak, rakus, sombong, iri hati, emosi dan berbagai sifat atau nafsu angkara murka, semuanya itu termasuk amal kebajikan yang ikut menghiasi dan memperindah Ramadhan bagi diri setiap orang yang berpuasa.

Begitu istimewanya Ramadhan ini, makanya kita perlu mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, maka Allah mengharamkan jasadnya menyentuh api neraka.”

Kegembiraan menyambut bulan suci Ramadhan tidaklah ditunjukkan dengan kegembiraan material (fisik), seperti: menyambut Ramadhan dengan makanan yang serba mewah dan lengkap, bakar petasan, bahkan ada yang menyambut bulan Ramadhan dengan pesta pora yang tidak ada manfaatnya. Na’uzubillah. Namun, kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah dengan melatih diri (sehat fisik) dan berupaya untuk membersihkan jiwa (mental spritual) agar bisa maksimal dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan nanti.

Tips Menyambut Ramadhan
Selain kesiapan fisik (kesehatan tubuh), persiapan mental spritual (keimanan) jauh lebih penting. Untuk itu, sebelum memasuki bulan Ramadhan kita harus banyak memperbaiki hati (jiwa) kita agar senantiasa bersih. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Asy-Syams (91): 9-10. “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwanya. Dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya.”

Hakikat dari ibadah yang kita kerjakan dalam bulan Ramadhan nanti adalah dalam rangka kebersihan jiwa (tazkiyah an-nafs) untuk betul-betul menjadi orang yang bertaqwa (muttaqin). Jadi, merugilah kita yang telah melaksanakan ibadah tapi ternyata tidak mampu untuk membersihkan jiwanya, tidak betul-betul menghayati makna substansial dari ibadah yang ia kerjakan itu.

Mudah-mudahan kita bukan orang-orang yang hanya memaknakan ibadah kita secara lahiriyah tapi betul-betul memaknainya dengan secara sebenarnya. Pada akhirnya, setiap ibadah yang telah kita kerjakan akan menghantarkan diri kita menjadi orang yang punya kesucian baik lahir maupun bathin. Hal terpenting buat kita adalah senantiasa memelihara kesucian diri, jangan sampai mengotorinya dengan perbuatan-perbuatan yang keji dan munkar. Ada beberapa hal yang bisa kita amalkan agar hati kita senantiasa bersih dan lembut dalam rangka siap mental spritual untuk menghadapi bulan Ramadhan.

Pertama, banyak mengingat Allah dalam hati dan lisan. Dengan dzikr hati bisa menjadi tentram, sehingga dapat dengan jernih melihat berbagai persoalan yang dihadapi. Allah dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’du (13) : 28 berfirman : “yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”.

Kedua, membaca Al-Qur’an dan menelusuri kandungannya. Alquran memperkenalkan dirinya sebagai hudan li al-Nas (petunjuk bagi manusia). Inilah fungsi utama kehadirannya. Dalam rangka penjelasan tentang fungsi Al-Qur’an ini, Allah menegaskan: “kitab suci diturunkan untuk memberi putusan (jalan keluar) terbaik bagi problem-problem kehidupan manusia.

Ketiga, berbuat baik kepada anak-anak yatim dan faqir miskin. Inilah yang dipesankan oleh Rasulullah SAW : “jika anda ingin melunakkan hati anda maka sentuhlah kepala (sayangilah) anak yatim dan berilah makan orang miskin”. (HR. Ahmad)

Keempat, banyak mengingat mati. Ketahuilah bahwa hati orang yang tenggelam dalam urusan duniawi, mengejar kesia-siaannya, dan menghambakan cinta kepada kenikmatannya yang palsu, akan lalai dari mengingat maut. Sikap lalai yang dilakukan oleh orang banyak terhadap kematian adalah akibat kurangnya perenungan dan ingatan terhadapnya. Allah Ta’ala berfirman : “katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu”. {Q.S. Al-Jumu’ah (62): 8}

Kelima, senantiasa instropeksi diri. Manusia yang baik adalah yang senantiasa mengevaluasi amal yang sudah dikerjakannya pada masa lalu dalam rangka kehati-hatian berbuat untuk peningkatan kualitas amalnya ke depan. Dalam Al-Qur’an Surat al-Hasyar (59): 18 dijelaskan: ” Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri mengevaluasi setiap apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerakan”.

Kesadaran kita akan kelalaian dalam beribadah pada bulan suci Ramadhan yang lalu akan menghantarkan kita untuk lebih berhati-hati dan berbuat maksimal dalam beribadah pada bulan suci Ramadhan kali ini.

Penutup
Nabi Muhammad SAW. mengingatkan: “Berapa banyak orang yang melaksanakan ibadah puasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.” Hadits ini menunjukkan bahwa kesiapan mental spritual (ruhaniyah) harus sejak hari ini dilakukan, sehingga pelaksanaan ibadah pada bulan Ramadhan nanti betul-betul mendapatkan berkah dan ridho dari Allah SWT.

Marilah kita ucapkan: “Marhaban Ya Ramadhan” (Selamat datang bulan Ramdhan)-sembari bersiap diri baik secara fisik dan juga mental spritual. Mudah-mudahan kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT. untuk bertemu dengan bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba. Amin.

Wallahu a’lamu.

Saturday, May 29, 2010

Renungan >>>> : Seorang Ibu, mengutip kaleng2


Oleh : Muhammad Sahabir Siagian

Jam 4 pagi.

Sakit rasanya hati ini, ketika melihat seorang ibu yang masih muda, barangkali masih punya 3 orang anak saja, yang mengutip brang2 bekas minuman2 kaleng di tengah malam, sekitar pukul 3.30. Kebetulan hari ini main futsal sampai 2 jam. Sehabis minum di sebuah restoran mini dekat dengan rumah ku.

Jujur, baru kali ini aku melihat orang yang mengutip barang2 bekas itu di luar negeri, apalagi di Negara Malaysia ini. Aku yakin sekali, kalau lihat tampang nya pasti orang Indonesia. Rasanya dia bukan tidak bekerja, akan tetapi ingin mencari tambahan dari gaji pokoknya setiap hari.

Aku segan menegurnya, akan tetapi hati ku terasa di iris2 dan ingin sekali menangis ketika melihatnya. Bayangkan, malam hari, pada saat semua orang tidur dengan nyenyak nya, ketepatan pula hujan gerimis rintik2 menghiasi malam tadi. Ia sengaja mengambil waktu yang seperti itu, hanya untuk menginginkan pendapatan lebih. Barangkali, keluarganya sangat memerlukannya, atau juga salah satu dari keluarga nya di landa sakit. Sehingga, ia tidak mengenal waktu lagi. Ya Allah,,,,, semoga Engkau memberikan keberkahan pada rezekinya.

Pada saat yang sama, aku langsung tersentak dan teringat kepada ibu ku yang di kampung halaman. Apakah nasib nya ibu tadi sama dengan nasib Ibuku?? Yang mencari dan mencari rezekii tanpa mengenal waktu dan lelah?? Hanya untuk membahagiakan anak2nya?? Ya Allah,,, jadikanlah diriku ini sebagai orang yang pandai bersyukur,,,

Saudara ku,,!!! Coba kita hayati, seorang ibu yang bertungkus lumus melahirkan kita, kemudian mendidik kita, mengajari kita mana yang baik dan mana yang buruk, dan juga menyekolahkan kita agar kita bisa lebih baik dari nya, dah bahkan lebih baik dari orang lain. Semua itu di lakukannya, tanpa imbalan jasa apapun dari kita. Melainkan kita kelak ingat kepadanya, sewaktu ia pergi meninggalkan kita. Mari sama-sama kita mengingat Ibu kita yang berada di kampung halaman, sekaligus mendo’akannya.

Saya sangat terinspirasi ketika menyaksikan seorang ibu tadi. Sehingga membuat saya ingin mencoret2 buku saya ini. Saya berharap, Semoga renungan singkat ini bisa kita jadikan pedoman dan memecahkan hati kita yang telah lama membeku. Terutama diri saya sendiri. Amin,,,,

Friday, May 21, 2010

Engkaulah Sahabat Sejati ku,,, Bantu Aku untuk selalu di Jalan-Nya


Oleh : Muhammad Sahabir Siagian

Ba’da Subuh- Dengkil

Genap 2 bulan saya tinggal bersama kawan-kawan di hentian kajang. Alias 14/1A, Hentian 3. Suasana yang selama ini ku rasakan sangat ceria dan penuh romantis dalam persahabatan. Sekedar info saja,, //heee// ,,teman satu rumah ku itu solihan, putra, dedi, arham, bg rani ‘alaina interlokal dan beberapa teman yang sibuk bekerja.

Hari-hari yang ku jalani membuat ku terinspirasi untuk meluahkan rasa yang ku alami. Mendorongku untuk menuliskannya. Rasa Bahagia, sedih, senang, susah, benci barangkali memotivasi ku untuk lebih baik lagi. Karena aku sadar, banyak sekali kekurangan yang harus aku perbaiki. Di antara hal-hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa aku simpulkan. Dan barang kali bisa kita perbaiki bersama.

1. Mengenali Diri dan Sasaran hidup >>>>>>

Setiap manusia pasti mempunyai impian. Karena dengan impian itulah nantinya dia akan bahagia. Akan tetapi semua itu tidak akan di capai tanpa mengetahui siapa sebenarnya dirinya. Mengenali diri adalah sangat mudah sebenarnya. Akan tetapi agak susah sedikit untuk merealisasikan di kehidupan sehari-hari.

Di dalam Islam, manusia di kenali sebagai salah satu makhluq dari beberapa makhluq Allah. Yaitu Malaikat, Binatang, Syetan, dan banyak lagi makhluq lain, akan tetapi yang paling mulia adalah Manusia. Sebab di berikan akal pikiran kepada mereka untuk mengimbangi antara perintah Allah dan Larangan-Nya.

Yang ingin saya tekan kan disini adalah, kita mengenali diri kita sendiri, dengan cara siapa kita dan kemana tujuan kita? Maka jawaban yang sebenar nya adalah kita makhluq Allah yang wajib menuruti segala hak-hak-Nya dan pada akhirnya juga kita akan kembali kepada-Nya, yaitu hari Akhirat yang kekal selama-lamanya.

2. Mengubah sikap buruk dan mempertahankan yang Baik >>>>>>

Setelah kita mengenali dan mengetahui diri dan tujuan kita, maka saya ingin bertanya kepada kawan-kawan sekalian, “Apakah kawan2 sudah sukses,,,?? Apakah kawan2 sudah beriman kepada-Nya??” Pasti jawapannya BELUM. Sebab kata2 sukses adalah gelar bagi orang yang bahagia hidup nya di dunia dan akhirat. Sedangkan orang yang beriman adalah bukan hanya mempercayai Allah, akan tetapi mengikuti segala suruhan-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Kawan2 sekalian,, dalam kehidupan kita, banyak sekali hal-hal yang tanpa kita sadari ternyata di luar jalur-Nya Allah SWT. Senda gurau yang selama ini kita lalui, hidup pas-pasan yang kita rasakan, terkadang makan dan terkadang juga tidak, itu semua kita lalui tanpa memiliki sifat yang di ridhoi –Nya. Seperti ucapan-ucapan yang secara bahasa di larang untuk di ucapkan. Cara berpakaian kita yang terasa bangga memakainya, akan tetapi di larang Allah. Sopan santun kita ketika berbicara kepada sesama kita terkadang buat orang lain sakit hati. Dan banyak lagi yang tidak kita sadari. Semuanya itu kita lakukan, dengan tekad mengubahnya dan menggantikannya dengan kebaikan. Terutama dalam diri kita sendiri.

3. Memberi contoh kepada yang lain >>>>>

Memang kita bukan siapa-siapa, yang tak layak untuk di contoh dari kebaikan kita, malah keburukan kita yang terkadang di contoh oleh orang lain. Akan tetapi, paling tidak ada sesuatu yang bisa kita berikan kepada orang lain, yang kita salurkan dan kita sumbangkan kepada orang lain. Dan tentunya itu semua hal-hal yang baik.

Ketika berbicara, rasa persahabatan, rasa seperjuangan, kehidupan pas-pasan yang tanpa mengharapkan apapun dari orang tua, sehingga semua kita bisa mandiri di segala hal. Rasa kepedulian kepada sesama kawan yang lain.

Ya Allah,,!!! Apakah masih ada harapan untuk kami semua, memiliki sifat2 mulianya para Nabi dan Sahabat-sahabatnya,,,?? Ampunilah dosa kami ya Allah,,,,,

Saya teringat ucapan Hasan al-Banna terhadap sifatnya : “Di antara ucapan dan sifat ku selama ini, maka yang paling banyak mengikuti nya adalah sifat dan sikap ku kepada orang lain” maksudnya adalah, beliau ceramah kemana, Cuma sedikit yang mengikuti nya. Akan tetapi apa yang ia lakukan sehari-hari, malah itu yang membuat orang lain untuk mencontoh nya.

Sahabat sejatiku,,,,!!!

Dari beberapa hal di atas, saya mencoba untuk menyimpulkan bahwa kita semua tak ubah nya seperti badan manusia. Apabila mata menangis, maka tangan yang mengelap air mata, seperti anggota badan yang lain jika sakit, maka tangan yang menanggapinya. Begitu juga kita, jika kawan kita lupa solat, maka kita yang mengingatkan nya, jika teman kita kekurangan, sedaya upaya kita untuk membantu nya, jika teman kita memerlukan sesuatu dari kita, maka kita berikan jika masih dalam kemampuan kita.

Kawan ku,, jika ini semua kita lakukan, saya yakin kita akan mencapai ketingkat kesuksesan di dunia dan akhirat. Sebagaimana para sahabat Nabi, Ashabul Kahfi, dan banyak lagi contoh-contoh sahabat yang bisa kita ikuti.

Semoga bermanfaat buat kita semua, terutama saya sendiri. Amin,,, ya Rabb,,,

Tuesday, May 11, 2010

Pelatihan Website terakhir


salam,,,

info IPAMSU (Ikaatan Pelajar Alumni Mahasiswa Sumatra Utara) di Malaysia :

Pelatihan Website yg ketiga (Terakhir) pada minggu, 16 Mei, di PTSL UKM. Sertifikat disediakan dan administrasinya RM 5. bagi yg mau ikut mohon konfirmasi dari kawan2. dan hubungi/sms ke +60126465180. paling lambat hari jum'at. karena peserta terbatas.

semoga kawan2 bisa mengikuti nya, untuk melahirkan putra daerah sumut yang mahir di bidang pengembangan Ilmu Teknologi (IT).

salam sukses,,, :)

Sunday, April 11, 2010

Musuh Utama Tubuh


Mau Tahu Musuh Utama Tubuh Anda?

- Jawaban -

Musuh utama tubuh Anda adalah kursi.



Kursi ??

Ya.. berdasarkan poling yang dibuat oleh Istitute for Medicine and Public
Health atas 6.300 orang, setiap minggunya rata-rata setiap orang
menghabiskan 56 jam di tempat duduknya - mulai dari duduk di meja kerja, di
depan TV, atau main video game.

Kalaupun Anda menganggap diri Anda sebagai orang energik, duduk masih
merupakan kegiatan utama Anda.
Namun tidak banyak yang tahu bahwa duduk adalah pembunuh utama manusia.
Hal ini menjadi penyebab utama obesitas, penyakit jantung, dan juga
diabetes.

"Tubuh kita selama ribuan tahun melakukan satu hal; bergerak," demikian
ungkap James Levine, M.D., Ph.D., dari Mayo Clinic di Rochester, Minn.
Namun sayangnya dengan kehadiran tehnologi, internet dan juga jam kerja
yang lebih lama membuat manusia lebih banyak duduk dari pada beraktifitas.

Ketika Anda duduk, maka tubuh Anda mulai mematikan tingkatan
metabolismenya, demikian terang Marc Hamilton, Ph.D., professor biomedical
dari Universitas Missouri .
Ketika otot - terutama yang besar seperti otot utama untuk pergerakan tubuh
- mulai tidak bergerak, sirkulasi darah mulai melambat dan Anda hanya
membakar sedikit kalori.

Duduklah selama seharian penuh maka pembakaran lemak turun sebanyak 50
persen.

Tidak hanya itu, semakin Anda jarang bergerak, semakin sedikit gula yang
digunakan tubuh; Riset menunjukkan jika Anda menghabiskan dua jam untuk
duduk maka kemungkinan Anda terkena diabetes naik sebanyak 7 persen.

Kemungkinan Anda akan mengalami serangan jantung meningkat. Yang
terpenting, semakin lambat aliran darah Anda, semakin sedikit sirkulasi
hormon yang baik di otak Anda.

Anda mungkin menjawab,
"Saya sudah olahraga selama 30 menit setiap hari."
Tapi menurut Genevieve Healy, Ph.D., olahraga selama setengah jam itu tidak
bisa menggantikan 8-10 jam waktu Anda duduk.

Jadi apa solusinya?
Anda harus melakukan banyak hal selain olahraga.
Mencucilah dengan tangan, sering berdiri dan berjalan-jalan di tempat
kerja, naik tangga dari pada lift atau elevator.
Pastikan Anda banyak bergerak.

Secara sederhana, bayangkan diri Anda sebagai komputer.
Selama mouse terus bergerak dan keyboard terus digunakan, maka komputer itu
terus bekerja.
Namun ketika komputer itu dibiarkan diam, maka dia akan dalam keadaan
"idle" dan hibernate.

Demikian juga dengan tubuh Anda, jika Anda diam maka tubuh akan melakukan
hal yang sama.
Bergeraklah! ...

-------- end message

Tuesday, March 30, 2010

Potongan dari Leadership di Melaka 2010




Jika mereka 1000 orang, maka akulah 1 diantaranya.
Jika mereka 100 orang, maka akulah 1 di antaranya.
Jika mereka 1o orang, maka akulah 1 diantaranya.
Maka jika ada hanya 1 orang, maka akulah yang satu itu.


Jangan pernah menyalahkan seseorang.
Jika anda menunjuk seseorang dengan 1 Jari anda, maka 4 Jari yang lain mengarah kepada diri anda sendiri. Dengan artian, anda harus lebih memandang kesalahan dari diri anda, karena banyak kesalahan sebenarnya yang anda miliki. dan ingat, semua masalah yang anda miliki itu, adalah peluang KESUKSESAN pada diri anda sendiri. Dengan syarat, menghadapainya dengan profesional dan menjadikannya sebagai Evaluasi.....

Monday, March 29, 2010

Leadership Gathering Camp - PPI-Malaysia di Melaka 2010



Melaka, Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia bekerja sama PPI cabang MMU telah mengadakan Leadership Gathering Camp pada tanggal 26 – 28 maret 2010. Kali ini LGC 2010 diadakan di salah satu wilayah selatan Malaysia, yaitu Melaka. LGC ini merupakan suatu wadah pelatihan pengurus PPI Cabang se-Malaysia dalam pembangunan skill kepemimpinan. .

Saudara Gusti Reza sebagai ketua pelaksana mengatakan,tujuan dari pelatihan ini adalah untuk :

· Mencetak pemuda-pemuda yang siap menjadi pemimpin masa depan Bangsa.

· Meningkatkan kualitas dan kapasitas personal serta organisasi seluruh anggota PPI di seluruh cabang yang ada di Malaysia;

· Menciptakan insan-insan organisatoris yang progresif, responsif, dan inovatif; serta

  • Meningkatkan hubungan silaturahim antara pemuda dan pelajar yang terkoordinasikan dibwah PPI-PPI seluruh cabang di Malaysia

Dalam acara ini, telah hadir 120 orang mahasiswa perwakilan dari 16 cabang PPI Malaysia dari UUM Kedah sampai PPI cabang UteM Melaka. Aktifitas Leadership Gathering Camp ini dibagi atas 2 basis, yaitu Workshop kepemimpinan dan Outbond Activity.

Acara dibuka oleh Konsul Jenderal Johor Bahru dan perwakilan kementrian Melaka, Mr. Shadan Othman dari Bagian Pelajar dan Pekerja Antarbangsa, Jabatan ketua Menteri Melaka. Dalam sambutannya, Konsul jenderal, Bapak Jonas L Tobing mengharapkan acara ini digelar secara rutin demi mencetak pemuda bangsa yang berkualitas.

Selain itu, satu hal yang menarik adalah kedatangan Ketua Mentri Melaka, Datuk Seri Haji Mohd. Ali bin Mohd Rustam yang menyempatkan hadir di hari kedua setelah baru saja sampai di Melaka selepas berkunjung ke Eropa. Dalam ramah tamahnya yang didampingi oleh Atase Penerangan KBRI KL, bapak Widyarka Ryanata serta Pensosbud KJRI, Ibu Woro Sawitri, Datuk Ali senantiasa mengingatkan bahwa rakyat Indonesia dan Malaysia merupakan suatu keluarga besar. Adapun isu-isu yang pernah berkembang, yang sempat menimbulkan ketegangan antar kedua negara, merupakan hal yang wajar. Menurut beliau, dalam suatu keluarga besar, perselisihan antara antar adik kakak merupakan suatu yang sangat lumrah. Namun sebagai pelajar,diharapkan bisa menjadi penengah dan memberikan penjelasan kepada masyarakat di kedua Negara.

Ketua PPI Malaysia, Abdullah Abbas juga mengadakan dialog langsung dengan Ketua Menteri Melaka mengenai rencana PPI Malaysia untuk mengadakan Forum Persahabatan Pelajar Indonesia-Malaysia. Acara ini disambut baik Atase Penerangan bapak Widyarka Ryanata, dan juga Datuk Ali yang langsung mengatakan di depan mahasiswa Indonesia mengenai dukungan Negeri Melaka sebagai host forum persahabatan ini. Dalam penjelasannya, Abdullah Abbas mengatakan program ini rencananya akan dibuat untuk membahas isu-isu di bidang sosial, politik, pendidikan, dan ketengakerjaan.

Selain itu dalam acara ini dihadirkan juga 5 pembicara, antara laim :

1. Dr, Mohd. Azmi bin Mohd Shah, trainer dari kementrian melaka yang sebelumnya kuliah di IAN Medan. Membawakan tema ”How to be a leader”

2. Alwi Alatas, ketua Forum Lingkar Pena membawakan tema ”career coach dan karakter building ”

3. Bapak Widyarka Ryanata, atase penerangan KBRI KL membawakan tema ”keorganisasian dan aplikasi dalam bermasyarakat”

4. Mohd Ikbal, mantan ketua PPI Malaysia membawakan Tema ”Memotivasi Diri dengan Mimpi”

5. Dr. Andreas Raharso, CEO HayGroup Global membawakan tema ”Penjelajahan dan tantangan”

Dr. Andreas merupakan satu-satunya orang Asia yang menjadi CEO di perusahaan Global Singapore yang mempunya cabang di berbagai negara. Menurut beliau negara-negara yang kaya akan sumber daya alam, jutru terpuruk dikarenakan 3 hal :

a. Terlalu percaya dengan pengalaman kerja dan mengesampingkan research

b. Korupsi

c. Kecenderungan untuk selalu ”Instan” dalam semua aspek.

Dihari terakhir, para pelajar memberikan berbagai saran dan kritik mengenai program LGC ini. Mayoritas pelajar menginginkan agar program ini terus dilakasanakan di tahun-tahun kedepannya.


Friday, March 12, 2010

wah,,, Ternyata Bulan Pernah Terbelah,,,,


“Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)”.

Ceramah sholat jum'at kemarin.

ini sekelumit penggalan kisahnya..
Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab2 hadits yang terkenal lainnya,

Mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata mereka, “Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.”

Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?”

Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.”

Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama.

Atas peristiwa ini Allah (swt) menurunkan ayat Al Qur’an: ” Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.” (QS Al Qomar 54:1-2)

Telah Dekat Kiamat, Bulan Telah Terbelah Allah berfirman: “Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah.” (Q.S. Al-Qamar: 1)


Sungguh sebuah peristiwa yang semakin mempertebal iman kita sebagai muslim..
Masih ingat tentunya jika saudara-saudara sekalian pernah melihat video Harun Yahya, dimana kebenaran al-qur'an diungkap satu-persatu oleh Science modern..

Tapi benarkah bulan benar-benar terbelah ??atau cuma rekayasa science belaka??, sebagai muslim memang kita harus meyakini kebenaran ayat-ayat yang ada dalam al-quran, namun kita juga harus berhati-hati, jika ada seseorang atau sebuah ilmu yang mencoba membuktikan kebenaran al-qur'an, bukti validitas kebenarannya perlu diteliti lagi, agar jangan sampai Bukti tersebut ternyata Salah, dan malah Al-Quran dianggap bohong belaka !!

Tuesday, March 9, 2010

Perjalanan Menjadi Pelajaran




Menghormati tamu (al-dlaif) adalah kewajiban bagi seorang Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Karena hal ini telah disinyalir oleh baginda Rasulullah SAW, ''Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormatilah tamu-tamu kamu sekalian.'' (HR Muslim).

Orang yang bertamu adalah raja bagi penghuni rumah. Pelayanan dan keramahan seharusnya dilakukan oleh pihak penghuni rumah sebagaimana seorang pelayan toko melayani pembelinya.

Saya teringat pada tgl 28-29 Okt lalu, tepat pada 12-13 Zulhijjah 1430 H ada seorang teman yang mengajak saya untuk pergi ke sebuah perkampungan yang terdapat di Perak-Malaysia. Kebetulan beriringan dengan musimnya durian serta buah2an yang lain yang biasa di beli dan di sukai orang ramai.

Sebab pada hari itu hari raya aidil adha yang hanya seorang diri di perantauan dan di temani oleh beberapa sahabat belajar di Malaysia, saya pun ikut serta dalam perjalanan itu meskipun berangkat pada malam hari dengan bermodalkan 2 roda saja agar dapat menghibur hati ini.

Tepat pukul 11 malam, kami pun sampai di tempat dan di sambut oleh seorang kakek (org jawa,,tpi IC Malaysia) dan seorang pekerjanya dari medan (org jawa) dengan rasa senang hati. Kami tidak sempat bicara apa2, langsung di keluarkan 2 goni durian untuk kami santap pada malam itu saja serta beberapa buah2an lainnya.

Saya langsung terkejut, kenapa kakek itu mengeluarkan durian begitu banyak???? Setelah kami selesai memakannya (Alhmdllah habis smua,,hehehe),,, sudah terhidang nasi beserta laukpauknya yang sudah dingin. Mungkin di masak pada petang tadi. Kami pun langsung makan. Abis itu langsung berlayar ke pulau kapuk sebab keletihan berjuang menaiki roda dua.

Bangun pagi abis solat subuh, saya dan beberapa org teman (sebagian lagi terlena di pulau kapuk) langusng pergi ke pokok durian ingin mencari durian yang jatuh, ternyata hanya ada 6 durian saja. Setelah itu kami pun pulang ke rumah dan menyantap serapan yang telah di sediakan oleh nenek (istri kakek itu).

Setelah itu, kami di ajak oleh pak Nasution (sudah IC Malaysia, tpi berasal dari padang) untuk pergi ke rumahnya. Langsung tersedia beberapa potong lemang yang hangat dan beberapa kueh raya lainnya. Istri beliau tidak ketinggalan curhat kepada kami semua. Mulai dari anak2 indonesia yang sangat baik dan ramah serta pinter memasak ketika beliau pergi ke Jordan menjenguk anak nya yang sedang belajar di sana. Kemudian kelakuan anak2 Malaysia yang sombong2 dan manja2. Dan banyak lagi yang ia curhat kan kepada kami waktu itu.

Lain lagi cerita pak nasution, seorang maritime Malaysia pada tahun 70-an yang menimba ilmu ke Indonesia pada saat itu. Petuah-petuah beliau yang sangat besar dan padat dengan makna. Sehingga kami pamit dan berterimakasih banyak dengan segala layanannya.

Waktu sudah menunjukkan pkl 11.00 pagi. Kami pun bersiap2 untuk kembali ke rumah masing-masing dengan menempuh 3 jam perjalanan. Sebelum kami berlepas dari rumah kakek itu, kami di sarankan untuk memebawa buaaaaanyak buah2an yang ada di tempat itu. Mulai dari durian, rambutan, manggis, kelapa muda, limau nipis de el el deh pokoknya,,,,hehhe

Hingga akhirnya, kami pun mohon diri kepada keluarga kakek (tuan rumah) itu. Masing2 menyalam dan mencium tangan kakek itu serta mengucapkan permohonan maaf dan terimakasih banyak atas segalanya. Jawapan yang di berikan kakek itu hanya satu “tidak mengape nak, saye senang kamu dapat datang ke gubuk saye, banyak rahmat oiiiiiiiiiiii,,,,” ujar kakek itu.



Dari perjalanan di atas, saya dapat menyimpulkan serta merasa kagum dengan sikap beberapa objek di atas yang mampu menerima tetamu nya dengan penuh rasa senang hati dan ikhlas. Tidak ada rasa dengki dan merasa di beratkan atas kedatangan kami yang masih lajang (1 org TAN SRI, TANPA ISTRI “pak le’..haha”) ini.

Sesuai pada Zaman Nabi dulu yang mana Baginda memperebutkan seorang tamunya yang ketika itu Rasul sedang kesulitan ingin mempromosikan tamunya untuk di layani kepada sahabatnya. (Baca disni http://krudungparis.multiply.com/journal/item/66 )

Semoga kita semua dapat melakukan seperti yang di lakukan kakek di atas bahkan seperti yg di lakukan Rasulullah SAW.

Amin Ya Rabb,,,,,,(pkl 12.45 malam di kasur empuk, 2 Des 09)

Menjadikan Hidup Lebih Manis Dari Gula

Kehidupan adalah satu anugrah daripada Allah SWT yang juga di karuniakan kepada beberapa makhluk lainnya selain manusia. Oleh sebab itu, kita sebagai makhluk yang paling sempurna ini sudah sepatutnya mensyukuri atas segala apa yang telah di karuniakan kepada kita. Mulai daripada melaksanakan segala yang di perintahkan-Nya hinggalah menjauhi segala apa yang di larang-Nya. Selain daripada itu, menjaga kesehatan juga termasuk salah satu cara bersyukur kepada-Nya. Sebab tanpa hidup sehat bagaimana seorang hamba melakukan kewajibannya kepada Tuhannya sebagai seorang hamba yaitu DAKWAH.

Terkait dengan kesehatan, saya teringat kepada kes-kes yang selalu berlaku pada saat sekarang ini. Terutama di kalangan para lanjut usia. Yaitu penyakit yang tak asing lagi di dengar penyakit GULA atau boleh juga di katakan KENCING MANIS.

Sesuai penelitian Kementrian Kesehatan Malaysia, yang terkena penyakit Gula pada tahun 2009 kemarin berjumlah 1 juta jiwa. Dan di jangkakan pada tahun 2012 nanti, penyakit akan meningkat menjadi 5 juta jiwa. (khusus di Malaysia saja)

Menurut penelitian dokter juga, yang pertama sekali penyebab penyakit itu adalah terlalu banyak mengadopsi yang manis-manis terutama gula. Dan sebab yang lain adalah memakan makanan yang terlalu banyak lemaknya, kurangnya berolah raga dan banyak lagi sebabnya yang tidak saya huraikan pada kesempatan ini.

Bila seseorang sudah terkena penyakit gula, maka penyakit lain pula akan mudah datang dan menyerap kedalam tubuh manusia. Seperti, buah pinggang, asma, rematik dan sebagainya.

Ikhwati fillah,,,,,,
Coba sama-sama kita renungkan, jika kita sakit, apa yang dapat kita lakukan? semua urusan dan aktivitas kita sehari-hari akan terhambat. Terlebih-lebih lagi dakwah kita……………

Ada beberapa point penting yang harus sama-sama kita perhatikan dan kita hindari :

1.Gula dapat menjadi Racun.

Selain menambah rasa kesedapan pada naluri kita, gula juga dapat menjadi racun yang dapat membunuh diri manusia jika di adopsi terlalu banyak. Memang tidak bisa di nafikan, gula adalah satu kebutuhan hidup yang paling di perlukan oleh manusia. Tapi setidaknya kita dapat menjaganya sehingga terhindar dari penyakit-penyakit yang tidak kita inginkan.

2.Menghindari sifat mubazir dari mengadopsi gula.

Terkadang, kita tidak sadar bahwa masih banyak saudara kita yang tidak menikmati apa yang sedang kita rasakan sekarang ini. Sehingga sifat syaitan itu kembali dan datang kembali kepada kita. Yaitu sifat mubazir sesuai yang ada di dalam al-Qur’an surah al-Isro’ ayat 26 yaitu:

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”

3.Lebih baik mencegah dari mengobati

Manusia, tidak akan pernah berubah tanpa ia rasakan apa yang di timpakan kepadanya. Maka hal ini sama seperti kaum Bani Israil (Kaum GINGGING) berubah setelah di perberat dari soalan-soalan mereka sendiri.

Cukuplah kita belajar dari sejarah. Dan belajar dari apa yang telah kita saksikan.

Ikhwati fillah,,,,,,,,
Saya bukan orang yang pandai. Begitu juga bukan bijak. Tapi selaku saudara seagama kita harus saling mengingatkan satu sama lain.

Jagalah kesehatan, mulai dari diri kita sendiri, dan mulai dari sekarang. Bukan setelah sakit. Di masa-masa muda sekarang inilah, kita harus lebih prihatin terhadap kesehatan kita. Jangan sampai tua dulu baru sadar. Sakit dulu baru berobat.

Jangan sampai harta yang selama ini kita cari, habis hanya untuk perubatan diri kita sendiri,,, sebab masih banyak lagi keperluan masa depan kita,,, keluarga kita,,, anak2 kita,, bahkan org tua kita yg kelak akan menjadi tanggungan kita jika mereka sudah tua,,,,