Orang yang bertamu adalah raja bagi penghuni rumah. Pelayanan dan keramahan seharusnya dilakukan oleh pihak penghuni rumah sebagaimana seorang pelayan toko melayani pembelinya.
Saya teringat pada tgl 28-29 Okt lalu, tepat pada 12-13 Zulhijjah 1430 H ada seorang teman yang mengajak saya untuk pergi ke sebuah perkampungan yang terdapat di Perak-Malaysia. Kebetulan beriringan dengan musimnya durian serta buah2an yang lain yang biasa di beli dan di sukai orang ramai.
Sebab pada hari itu hari raya aidil adha yang hanya seorang diri di perantauan dan di temani oleh beberapa sahabat belajar di Malaysia, saya pun ikut serta dalam perjalanan itu meskipun berangkat pada malam hari dengan bermodalkan 2 roda saja agar dapat menghibur hati ini.
Tepat pukul 11 malam, kami pun sampai di tempat dan di sambut oleh seorang kakek (org jawa,,tpi IC Malaysia) dan seorang pekerjanya dari medan (org jawa) dengan rasa senang hati. Kami tidak sempat bicara apa2, langsung di keluarkan 2 goni durian untuk kami santap pada malam itu saja serta beberapa buah2an lainnya.
Saya langsung terkejut, kenapa kakek itu mengeluarkan durian begitu banyak???? Setelah kami selesai memakannya (Alhmdllah habis smua,,hehehe),,, sudah terhidang nasi beserta laukpauknya yang sudah dingin. Mungkin di masak pada petang tadi. Kami pun langsung makan. Abis itu langsung berlayar ke pulau kapuk sebab keletihan berjuang menaiki roda dua.
Bangun pagi abis solat subuh, saya dan beberapa org teman (sebagian lagi terlena di pulau kapuk) langusng pergi ke pokok durian ingin mencari durian yang jatuh, ternyata hanya ada 6 durian saja. Setelah itu kami pun pulang ke rumah dan menyantap serapan yang telah di sediakan oleh nenek (istri kakek itu).
Setelah itu, kami di ajak oleh pak Nasution (sudah IC Malaysia, tpi berasal dari padang) untuk pergi ke rumahnya. Langsung tersedia beberapa potong lemang yang hangat dan beberapa kueh raya lainnya. Istri beliau tidak ketinggalan curhat kepada kami semua. Mulai dari anak2 indonesia yang sangat baik dan ramah serta pinter memasak ketika beliau pergi ke Jordan menjenguk anak nya yang sedang belajar di sana. Kemudian kelakuan anak2 Malaysia yang sombong2 dan manja2. Dan banyak lagi yang ia curhat kan kepada kami waktu itu.
Lain lagi cerita pak nasution, seorang maritime Malaysia pada tahun 70-an yang menimba ilmu ke Indonesia pada saat itu. Petuah-petuah beliau yang sangat besar dan padat dengan makna. Sehingga kami pamit dan berterimakasih banyak dengan segala layanannya.
Waktu sudah menunjukkan pkl 11.00 pagi. Kami pun bersiap2 untuk kembali ke rumah masing-masing dengan menempuh 3 jam perjalanan. Sebelum kami berlepas dari rumah kakek itu, kami di sarankan untuk memebawa buaaaaanyak buah2an yang ada di tempat itu. Mulai dari durian, rambutan, manggis, kelapa muda, limau nipis de el el deh pokoknya,,,,hehhe
Hingga akhirnya, kami pun mohon diri kepada keluarga kakek (tuan rumah) itu. Masing2 menyalam dan mencium tangan kakek itu serta mengucapkan permohonan maaf dan terimakasih banyak atas segalanya. Jawapan yang di berikan kakek itu hanya satu “tidak mengape nak, saye senang kamu dapat datang ke gubuk saye, banyak rahmat oiiiiiiiiiiii,,,,” ujar kakek itu.
Dari perjalanan di atas, saya dapat menyimpulkan serta merasa kagum dengan sikap beberapa objek di atas yang mampu menerima tetamu nya dengan penuh rasa senang hati dan ikhlas. Tidak ada rasa dengki dan merasa di beratkan atas kedatangan kami yang masih lajang (1 org TAN SRI, TANPA ISTRI “pak le’..haha”) ini.
Sesuai pada Zaman Nabi dulu yang mana Baginda memperebutkan seorang tamunya yang ketika itu Rasul sedang kesulitan ingin mempromosikan tamunya untuk di layani kepada sahabatnya. (Baca disni http://krudungparis.multip
Semoga kita semua dapat melakukan seperti yang di lakukan kakek di atas bahkan seperti yg di lakukan Rasulullah SAW.
Amin Ya Rabb,,,,,,(pkl 12.45 malam di kasur empuk, 2 Des 09)
No comments:
Post a Comment