Tuesday, March 9, 2010

Menjadikan Hidup Lebih Manis Dari Gula

Kehidupan adalah satu anugrah daripada Allah SWT yang juga di karuniakan kepada beberapa makhluk lainnya selain manusia. Oleh sebab itu, kita sebagai makhluk yang paling sempurna ini sudah sepatutnya mensyukuri atas segala apa yang telah di karuniakan kepada kita. Mulai daripada melaksanakan segala yang di perintahkan-Nya hinggalah menjauhi segala apa yang di larang-Nya. Selain daripada itu, menjaga kesehatan juga termasuk salah satu cara bersyukur kepada-Nya. Sebab tanpa hidup sehat bagaimana seorang hamba melakukan kewajibannya kepada Tuhannya sebagai seorang hamba yaitu DAKWAH.

Terkait dengan kesehatan, saya teringat kepada kes-kes yang selalu berlaku pada saat sekarang ini. Terutama di kalangan para lanjut usia. Yaitu penyakit yang tak asing lagi di dengar penyakit GULA atau boleh juga di katakan KENCING MANIS.

Sesuai penelitian Kementrian Kesehatan Malaysia, yang terkena penyakit Gula pada tahun 2009 kemarin berjumlah 1 juta jiwa. Dan di jangkakan pada tahun 2012 nanti, penyakit akan meningkat menjadi 5 juta jiwa. (khusus di Malaysia saja)

Menurut penelitian dokter juga, yang pertama sekali penyebab penyakit itu adalah terlalu banyak mengadopsi yang manis-manis terutama gula. Dan sebab yang lain adalah memakan makanan yang terlalu banyak lemaknya, kurangnya berolah raga dan banyak lagi sebabnya yang tidak saya huraikan pada kesempatan ini.

Bila seseorang sudah terkena penyakit gula, maka penyakit lain pula akan mudah datang dan menyerap kedalam tubuh manusia. Seperti, buah pinggang, asma, rematik dan sebagainya.

Ikhwati fillah,,,,,,
Coba sama-sama kita renungkan, jika kita sakit, apa yang dapat kita lakukan? semua urusan dan aktivitas kita sehari-hari akan terhambat. Terlebih-lebih lagi dakwah kita……………

Ada beberapa point penting yang harus sama-sama kita perhatikan dan kita hindari :

1.Gula dapat menjadi Racun.

Selain menambah rasa kesedapan pada naluri kita, gula juga dapat menjadi racun yang dapat membunuh diri manusia jika di adopsi terlalu banyak. Memang tidak bisa di nafikan, gula adalah satu kebutuhan hidup yang paling di perlukan oleh manusia. Tapi setidaknya kita dapat menjaganya sehingga terhindar dari penyakit-penyakit yang tidak kita inginkan.

2.Menghindari sifat mubazir dari mengadopsi gula.

Terkadang, kita tidak sadar bahwa masih banyak saudara kita yang tidak menikmati apa yang sedang kita rasakan sekarang ini. Sehingga sifat syaitan itu kembali dan datang kembali kepada kita. Yaitu sifat mubazir sesuai yang ada di dalam al-Qur’an surah al-Isro’ ayat 26 yaitu:

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”

3.Lebih baik mencegah dari mengobati

Manusia, tidak akan pernah berubah tanpa ia rasakan apa yang di timpakan kepadanya. Maka hal ini sama seperti kaum Bani Israil (Kaum GINGGING) berubah setelah di perberat dari soalan-soalan mereka sendiri.

Cukuplah kita belajar dari sejarah. Dan belajar dari apa yang telah kita saksikan.

Ikhwati fillah,,,,,,,,
Saya bukan orang yang pandai. Begitu juga bukan bijak. Tapi selaku saudara seagama kita harus saling mengingatkan satu sama lain.

Jagalah kesehatan, mulai dari diri kita sendiri, dan mulai dari sekarang. Bukan setelah sakit. Di masa-masa muda sekarang inilah, kita harus lebih prihatin terhadap kesehatan kita. Jangan sampai tua dulu baru sadar. Sakit dulu baru berobat.

Jangan sampai harta yang selama ini kita cari, habis hanya untuk perubatan diri kita sendiri,,, sebab masih banyak lagi keperluan masa depan kita,,, keluarga kita,,, anak2 kita,, bahkan org tua kita yg kelak akan menjadi tanggungan kita jika mereka sudah tua,,,,

No comments:

Post a Comment