
Melaka, Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia bekerja sama PPI cabang MMU telah mengadakan Leadership Gathering Camp pada tanggal 26 – 28 maret 2010. Kali ini LGC 2010 diadakan di salah satu wilayah selatan Malaysia, yaitu Melaka. LGC ini merupakan suatu wadah pelatihan pengurus PPI Cabang se-Malaysia dalam pembangunan skill kepemimpinan. .
Saudara Gusti Reza sebagai ketua pelaksana mengatakan,tujuan dari pelatihan ini adalah untuk :
· Mencetak pemuda-pemuda yang siap menjadi pemimpin masa depan Bangsa.
· Meningkatkan kualitas dan kapasitas personal serta organisasi seluruh anggota PPI di seluruh cabang yang ada di Malaysia;
· Menciptakan insan-insan organisatoris yang progresif, responsif, dan inovatif; serta
- Meningkatkan hubungan silaturahim antara pemuda dan pelajar yang terkoordinasikan dibwah PPI-PPI seluruh cabang di Malaysia
Dalam acara ini, telah hadir 120 orang mahasiswa perwakilan dari 16 cabang PPI Malaysia dari UUM Kedah sampai PPI cabang UteM Melaka. Aktifitas Leadership Gathering Camp ini dibagi atas 2 basis, yaitu Workshop kepemimpinan dan Outbond Activity.
Acara dibuka oleh Konsul Jenderal Johor Bahru dan perwakilan kementrian Melaka, Mr. Shadan Othman dari Bagian Pelajar dan Pekerja Antarbangsa, Jabatan ketua Menteri Melaka. Dalam sambutannya, Konsul jenderal, Bapak Jonas L Tobing mengharapkan acara ini digelar secara rutin demi mencetak pemuda bangsa yang berkualitas.
Selain itu, satu hal yang menarik adalah kedatangan Ketua Mentri Melaka, Datuk Seri Haji Mohd. Ali bin Mohd Rustam yang menyempatkan hadir di hari kedua setelah baru saja sampai di Melaka selepas berkunjung ke Eropa. Dalam ramah tamahnya yang didampingi oleh Atase Penerangan KBRI KL, bapak Widyarka Ryanata serta Pensosbud KJRI, Ibu Woro Sawitri, Datuk Ali senantiasa mengingatkan bahwa rakyat Indonesia dan Malaysia merupakan suatu keluarga besar. Adapun isu-isu yang pernah berkembang, yang sempat menimbulkan ketegangan antar kedua negara, merupakan hal yang wajar. Menurut beliau, dalam suatu keluarga besar, perselisihan antara antar adik kakak merupakan suatu yang sangat lumrah. Namun sebagai pelajar,diharapkan bisa menjadi penengah dan memberikan penjelasan kepada masyarakat di kedua Negara.
Ketua PPI Malaysia, Abdullah Abbas juga mengadakan dialog langsung dengan Ketua Menteri Melaka mengenai rencana PPI Malaysia untuk mengadakan Forum Persahabatan Pelajar Indonesia-Malaysia. Acara ini disambut baik Atase Penerangan bapak Widyarka Ryanata, dan juga Datuk Ali yang langsung mengatakan di depan mahasiswa Indonesia mengenai dukungan Negeri Melaka sebagai host forum persahabatan ini. Dalam penjelasannya, Abdullah Abbas mengatakan program ini rencananya akan dibuat untuk membahas isu-isu di bidang sosial, politik, pendidikan, dan ketengakerjaan.
Selain itu dalam acara ini dihadirkan juga 5 pembicara, antara laim :
1. Dr, Mohd. Azmi bin Mohd Shah, trainer dari kementrian melaka yang sebelumnya kuliah di IAN Medan. Membawakan tema ”How to be a leader”
2. Alwi Alatas, ketua Forum Lingkar Pena membawakan tema ”career coach dan karakter building ”
3. Bapak Widyarka Ryanata, atase penerangan KBRI KL membawakan tema ”keorganisasian dan aplikasi dalam bermasyarakat”
4. Mohd Ikbal, mantan ketua PPI Malaysia membawakan Tema ”Memotivasi Diri dengan Mimpi”
5. Dr. Andreas Raharso, CEO HayGroup Global membawakan tema ”Penjelajahan dan tantangan”
Dr. Andreas merupakan satu-satunya orang Asia yang menjadi CEO di perusahaan Global Singapore yang mempunya cabang di berbagai negara. Menurut beliau negara-negara yang kaya akan sumber daya alam, jutru terpuruk dikarenakan 3 hal :
a. Terlalu percaya dengan pengalaman kerja dan mengesampingkan research
b. Korupsi
c. Kecenderungan untuk selalu ”Instan” dalam semua aspek.
Dihari terakhir, para pelajar memberikan berbagai saran dan kritik mengenai program LGC ini. Mayoritas pelajar menginginkan agar program ini terus dilakasanakan di tahun-tahun kedepannya.
No comments:
Post a Comment