Saturday, May 7, 2011

Geram . . .!!!! Tapi ambil hikmahnya

Geram ialah Sangat marah atau Gemas. Sedangkan marah ialah Gusar, Jengkel, muak dan sangat tidak senang karena diperlakukan tidak sepantasnya. (Kamus Lengkap Bahasa Indonesia).

Perasaan tersebut telah aku rasakan menjelang maghrib tadi. Sekitar pukul 7.10pm (waktu Malaysia) aku ingin masuk ke rumah akan tetapi disebabkan kelalaian ku sehingga lupa membawa kunci rumah.

Sebelum masuk ke rumah, aku membeli beberapa barang-an dapur untuk persiapan malam ini dan besok. Nah, setelah itu aku pun ingin masuk ke rumah, baru sadar kalau aku terlupa membawa kunci rumah ku. Kebetulan posisi rumah ku itu di lantai 2 dari 4 lantai. Oleh sebab itu, perlu energi jika ingin turun naik dari tangga tersebut.

Setelah di depan pintu, aku pun mengetok pintu nya, dengan harapan di buka oleh orang yang ada di dalam. Kebetulan sebelum keluar dari rumah, aku ingat kalau di dalam ada teman serumah (Orang Malaysia). Tapi beberapa kali ku ketok tak ada yang menyahut nya, apalagi membuka nya.

Hal ini sebenarnya sudah beberapa kali terjadi, akan tetapi entah kenapa hari ini pula rasanya yang paling sakit dan ingin marah tapi tak bisa. Bukan karena takut capek karena turun naik dari tangga, akan tetapi waktu tadi aku ingin siap-siap untuk solat karena sudah menjelanng waktu maghrib. Selain itu juga, barang-barang yang aku belanjakan sore itu mau di letak di mana ? Tak mungkin di bawa ke mesjid, atau di letak di depan pintu, karena itu barang-barang yang dibeli, jadi takut juga rasanya meninggal kannya.

Terakhir aku coba lagi untuk mengetok nya dengan tenaga kuaaaaaat sekali. Aku yakin 4 pintu di sebelah rumah kami itu dengar. Tapi tak ada juga respon dari dalam. Aku coba tunggu dan terdiam sebentar. Aku mendengar suara pintu di tutup dari dalam rumahku. Aku bertambah yakin kalau di dalam masih ada orang. Maka aku ketok lagi dengan tenaga yang lebih kuat dari suara yang sebelum nya. Akan tetapi tak juga respon.

Akhir nya, tiba-tiba terdengar suara pintu di buka. Ternyata ada 2 orang di dalam. 1 orang sudah Doktor dan 1 orang lagi Kandidat S1. Tempo hari aku beranggapan mereka memang betul tak dengar suara pintu di ketok, dan mudah-mudahan memang begitu lah sebenarnya. Akan tetapi hati kecil ku mengatakan kalau mereka dengar hanya saja tidak mau membuka kannya.

Terus terang aku tidak ingin menyalah kan mereka, akan tetapi aku yang salah karena lupa membawa kunci sehingga membuat mereka terganggu. Tapi seharus nya apa salah nya kalau dia buka kan pintu rumah kalau dia tak merasa terganggu. Justeru seorang mukmin yang baik adalah yang senang dan bahagia jika seseorang datang ke rumah nya dengan bermaksud baik. Siapa tau kedatangannya membawa rezeki.

Tapi sepertinya dia berfikir kalau yang mengetok pintu itu adalah orang asing. Jadi tak usah di buka pintu. Karena kebiasaan disini seperti itu, kalau kita tak kenal tak usah sembarangan membuka pintu.

Apapun ceritanya, aku sangat suka mengambil iktibar / hikmah dari apa yang aku rasakan tadi. yaitu "Membuka-kan pintu jika terdengar ada yang mengetok nya. Siapa tau ia sangat memerlukan atau ingin cepat masuk ke rumah sedangkan ia tak bawa kunci. Jika ada rasa ragu kalau ia orang jahat, lebih baik di tanya dulu sebelum di buka."

Para Pembaca sekalian (kalau ada,,, heeeee) tulisan ini hanya ingin meluahkan hati yang kesal, geram dan ingin marah, tapi tak ada hak karena memang kesalahan sendiri.

Kawan-kawan dan para pembaca semua, budayakan dengan beranggapan positif dan senantiasa mengambil hikmah dari apa saja yang berlaku. Semoga kita semua bisa lebih baik.

Pesan Abah "Jangan pernah jemu jadi orang baik". (Dato' Siddik Fazil, Presiden KDH)

1 comment:

  1. Pesan Abah "Jangan pernah jemu jadi orang baik". (Dato' Siddik Fazil, Presiden KDH) Insa Allah ane laksanakan.

    Lain kali di tlp, ane juga sering tuh ama orang itu.

    Ane juga minta maaf konci rumah kebawa semua ama ane. :)

    ReplyDelete